Keprionline.co.id, BATAM – Mencuatnya polemik akibat sebuah tulisan yang beredar di media sosial mendapat perhatian dari tokoh masyarakat Indonesia Timur di Kota Batam, Moody Arnold Timisela. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi persoalan tersebut dengan tenang, bijaksana, serta tetap mengedepankan semangat persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan Kota Batam.
Menurut Moody, Batam merupakan kota yang dibangun di atas keberagaman. Berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat hidup berdampingan dalam suasana yang harmonis. Karena itu, segala bentuk pernyataan maupun tulisan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman harus disikapi secara arif agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ia mengaku menyayangkan adanya tulisan yang disampaikan oleh seorang oknum melalui media sosial. Menurutnya, ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan menyebarkan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya menimbulkan kegaduhan yang dapat melukai perasaan kelompok masyarakat tertentu.
“Batam ini rumah kita bersama. Kota ini maju karena seluruh elemen masyarakat mampu berdampingan dengan damai. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Moody, Minggu (31/5/2026) malam.
Sebagai warga Batam yang berasal dari Indonesia Timur, Moody mengatakan dirinya memahami betul pentingnya menjaga hubungan baik antar etnis dan kelompok masyarakat. Selama bertahun-tahun, masyarakat Batam telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan saling menghormati.
Ia menilai masyarakat Batam selama ini telah menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi berbagai persoalan sosial. Oleh karena itu, ia berharap warga tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memicu perpecahan maupun sentimen antarkelompok.
Moody juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana yang kondusif hanya dapat tercipta apabila seluruh pihak berkomitmen menjaga komunikasi yang baik dan mengedepankan sikap saling menghargai.
Terkait persoalan yang kini menjadi perhatian publik, ia berharap seluruh proses dapat diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Moody meyakini aparat akan bekerja secara profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga ucapan maupun tulisan yang disampaikan di ruang publik. Kebebasan berpendapat, menurutnya, merupakan hak yang dijamin oleh negara, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tetap menghormati keberagaman yang ada.
Secara khusus, Moody mengimbau masyarakat Melayu maupun seluruh kelompok masyarakat lainnya agar tidak terpancing emosi dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk menciptakan kegaduhan.
“Jangan sampai karena satu persoalan, kita melupakan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini kita bangun bersama. Batam dikenal sebagai kota yang aman, damai, dan penuh toleransi. Citra baik ini harus terus kita jaga demi generasi yang akan datang,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Moody kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan berpegang pada prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, ia berharap seluruh warga Batam dapat terus hidup berdampingan secara harmonis, saling menghormati, serta bersama-sama menjaga kondusivitas kota yang menjadi rumah bagi semua kalangan. (Oki)






