Keprionline.co.id, BATAM – Ketua DPD Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru dalam menyikapi polemik terkait pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Menurut Iman, pernyataan Li Claudia harus dilihat secara utuh dan dalam konteks kepedulian seorang pemimpin terhadap kondisi di lapangan. Ia menilai, ketegasan yang disampaikan Li Claudia merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga masyarakat dan lingkungan dari berbagai persoalan sosial.
“Bu Li memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Dalam situasi yang dinamis, wajar jika seorang pemimpin berbicara tegas demi melindungi daerahnya. Bagi beliau, Batam adalah rumah bersama yang harus dijaga,” ujar Iman.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para ibu dan tokoh masyarakat, untuk menjaga suasana tetap kondusif serta tidak memperbesar perbedaan penafsiran yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial.
Iman menegaskan, tidak ada niat dari Li Claudia untuk merendahkan pihak mana pun. Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Jangan sampai kita saling melukai hanya karena potongan narasi. Masyarakat tentu bisa membedakan mana ketegasan terhadap pelanggaran hukum dan mana sikap terhadap masyarakat kecil,” katanya.
Lebih lanjut, Iman menyebut persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Li Claudia diketahui telah bertemu langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat yang sebelumnya merasa tersinggung, dan pertemuan berlangsung hangat serta penuh keakraban.
“Mereka sudah duduk bersama, saling memahami, bahkan sepakat untuk bersama-sama membangun Batam ke depan. Tidak ada lagi persoalan yang perlu diperbesar,” jelasnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik telah menghasilkan kesepahaman bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Batam tetap aman, harmonis, dan berkembang sebagai kota yang nyaman bagi semua.
Iman pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
“Batam adalah rumah besar kita bersama. Mari kita rawat dengan kebersamaan, bukan dengan memperkeruh keadaan,” tutupnya. (Oky)






