Keprionlne.co.id, Tanjungpinang – Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang Agus Chandra Wijaya secara tegas ingatkan warga untuk waspada dengan penipuan online denga modus jaringan selular (HP), Jumat (14/02/2025).
“Saya sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan melalui telepon yang kembali terjadi dengan berbagai modus. penipu menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korbannya,”ungkap Agus Chandra.
Terkait modus penipuan dimaksud, Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang ini yang kerap dimintakan pertolongan dan membantu warga yang tengah kesulitan ini mengaku, akhir-akhir ini menerima informasi dan laporan dari masyarakat.
“Diantara model dan jenis penipuan yang dilakukan pelaku tersebut antara lain: Modus kecelakaan lalu lintas. Di mana pelaku mengaku sebagai polisi atau tenaga medis yang memberi kabar bahwa anggota keluarga kita mengalami kecelakaan dan membutuhkan dana segera,”terang Agus Chandra.
Modus berikutnya berupa narkoba, di mana penipu mengklaim bahwa anggota keluarganya tertangkap karena kasus narkoba dan meminta uang untuk penyelesaian kasus.
“Ada juga modus pelanggaran pajak dengan mengatasnamakan petugas pajak yang mengancam dengan denda atau hukuman jika tidak segera melakukan pembayaran,”ucapnya.
Modus lain, terangnya berupa transaksi mencurigakan perbankan, di mana pelaku berpura-pura sebagai pihak bank yang menginformasikan adanya transaksi mencurigakan dan meminta data pribadi untuk ‘mengamankan’ rekening kita.
“Saat ini, dengan kemajuan teknologi, penipu bahkan bisa memanipulasi suara dan video agar tampak seperti keluarga atau orang yang kita kenal. Oleh karena itu, untuk itu saya perlu mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada,” jelasnya
Agus Chandra juga memaparkan berbagai tip kepada masyarakat agar tidak mudah ditipu pelaku.
“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban kejahatan ini.
Tak hanya itu, Lanjut Agus, ada juga panggilan yang mengatasnamakan Bea Cukai, mengklaim ingin memeriksa kiriman dari luar negeri. Modus-modus seperti ini jelas indikasi penipuan.
“Biasanya, mereka meminta korban untuk mengisi tautan yang dikirimkan atau memberikan data pribadi seperti nomor rekening, tanggal lahir, hingga nama orang tua,” ungkapnya. ( Youlita ).






