Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan sampai saat ini, status Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang masih dibekukan untuk penerbangan internasional. Sementara itu, untuk mendukung kebutuhan wisata, status ini harus dicabut.
“Pihak Bintan Resort Cakrawala tengah berupaya untuk menedatangkan wisatawan manca negara (Wisman) dengan skema charted flight melalui Bandara Internasional RHF Tanjungpinang,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Minggu (17/9) di Tanjungpinang.
Menurut Gubernur dicabutnya status bandara internasional untuk bandara RHF memang sangat disayangkannya. Beberapa waktu lalu dirinya menemui Menteri Perhubungan RI untuk mempertimbangkan kembali pengembalian status bandara internasional Raja Haji Fisabilillah.
“Kita akan segera menemui lagi Menhub untuk meminta agar penerbangan internasional bisa lagi di RHF, yang paling penting BRC harus memastikan jadwal charter flightnya,” jelasnya.
Penerbangan internasional ke bandara RHF bisa dilakukan jika menilik Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 tahun 2023. Dalam pasal 41 disebutkan untuk kepentingan tertentu, Bandar Udara Domestik dapat melayani penerbangan ke dan dari luar negeri setelah mendapatkan penetapan oleh Menteri.
“Kepentingan tertentu tersebut diantaranya menunjang pertumbuhan ekonomi nasional, seperti industri pariwisata dan perdagangan,” jelasnya lebih lanjut.
Lalu terkait dengan persoalan VOA, Gubernur Ansar mengaku bahwa Pemerintah Provinsi Kepri telah mengajukan ke pemerintah pusat untuk keringanan VOA khusus daerah wisata di Kepri. Saat ini pembahasan tersebut tengah dikaji oleh Kementerian Keuangan.
Masih kata Gubernur Ansar, untuk meningkatkan daya saing wisata di Kepri memang harus diberikan banyak diskresi supaya wisman tertarik datang. Dirinya membandingkan dengan tempat wisata di negara lain seperti Phuket di Thailand yang begitu mudah menarik wisatawan karena ringannya peraturan visa di tempat tersebut.
“Dua hal ini penerbangan internasional dan visa on arrival jadi perhatian utama kita, karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali jadi harus kita manfaatkan dengan baik,” tutup Gubernur Ansar.






