Keprionline.co.id, Batam – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad enggan berkomentar terkait polemik di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi kepri.
Ansar Ahmad mengarahkan agar awak media yang ingin mengkonfirmasi pemberitaan bisa langsung ke juru bicara yang telah ditunjuk.
Ansar mengungkapkan menyerahkan sepenuhnya kepada BP Batam, masalah penolakan masyarakat Rempang, Kota Batam.
“Kalau untuk yang masalah Rempang itu, ada juru bicaranya di BP. Silahkan tanya ke BP Batam saja,” katanya singkat, di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Kamis (24/8/2023).
Sementara itu, Koordinator Umum Aliansi Pemuda Kepri, Dian Ardiani menyampaikan, beberapa perwakilan warga dari sejumlah pulau di Kota Batam melakukan aksi di Kantor BP Batam, Rabu (23/8/2023).
“Ada ribuan massa yang demo,” ucapnya.
Menurutnya, unjuk rasa itu dilakukan untuk menyampaikan keluhan dan keresahan kepada BP Batam terhadap rencana relokasi mereka.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi keresahan warga bisa tersampaikan kepada pemerintah,” sebutnya.
Dian memperkirakan akan ada sekitar 4.000 orang jumlah massa yang dikerahkan. Mereka turun dari berbagai sudut pulau yang ada di Batam.
Diketahui perusahaan kaca dan solar panel terkemuka Xinyi Group dari Cina sudah menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dengan investasi sebesaar Rp 172 triliun di Kawasan Rempang hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Gordon)






