Keprionline.co.id, Karimun – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) pertama kali diadakan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Perlombaan tersebut menciptakan sejarah bagi masyarakat Karimun khususnya beragama kristiani.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Daerah (LPPD) Kabupaten Karimun, Pargaulan Simanjuntak S.Th secara langsung mengundang seluruh masyarakat yang berada di Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Kabupaten Karimun turut memeriahkan perlombaan Pesparawi tersebut.
“Ini yang perdana bagi keagamaan kristen yang sudah lama ditunggu – tunggu, dan mari kita sama-sama melakukan satu tugas pelayanan memuliakan Tuhan, kami yakin dan percaya jika ini bisa kita kerja dengan baik, umat Tuhan diberkati, Generasi muda diberkati, gereja Tuhan diberkati, bangsa kita diberkati lebih lagi Kabupaten Karimun diberkati karena puji-pujian kepada Tuhan, Indah dan luar biasa.
” Rencananya perlombaan pesparawi tersebut diadakan di Hotel Aston pada hari Sabtu, tanggal 9 September 2023 mendatang.
Tujuan diadakan kegiatan ini untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama bagi umat Kristiani melalui sebuah perlombaan untuk menyanyikan kidung pujian kepada Tuhan, kata Pargaulan Simajuntak , Selasa (22/8/2023).
Sekretaris LPPD, Karimun Erik Sitorus menjelaskan ada 6 kategori yang akan diperlombakan dalam Pesta Pesparawi tersebut.
“Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Wanita, Paduan suara Remaja Pemuda Campuran, vocal Solo Remaja dari usia 14-22 tahun, Vocal Solo Anak dari usia 9 -13 tahun, dan Vocal Solo Anak dari usia 5 – 8 tahun”, ujarnya.
Pdt Joni Sianturi mendukung dan mengapresiasikan kegiatan ini di laksanakan di Kabupaten Karimun, ia merasa terharu, kegiatan Pesparawi ini bisa di gelar di tanah melayu yang mayoritas beragama Non Kristen.
“Ini sangat luar biasa, dan merupakan sejarah bagi kita umat Tuhan, bahwa kegiatan yang bernuansa Kerohanian dapat kita laksanakan, inilah kesempatan kita untuk lebih semangat dalam melakukan tugas pelayanan untuk memuliakan Tuhan”, tutup Pdt Joni. ( Jantua).






