KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Prada MAP yang merupakan anggota TNI yang bertugas di Yonif 614/Raja Pandhita (RJP), Malinau Utara, Kalimantan Utara (Kaltara) tewas di tangan seniornya yang berjumlah 2 orang, Sabtu (5/11/2022).
Prada MAP diduga mendapat perlakukan penganiayaan yang dilakukan 2 orang seniornya yakni Pratu AH dan Pratu MF.
Saat dimintai keterangan Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel (Inf) Taufik Hanif membenarkan peristiwa yang terjadi.
Ia mengatakan, Prada MAP mendapat hukuman dari kedua seniornya dikarenakan kedapatan keluar tanpa ijin dari seniornya sehingga membuat seniornya jengkel.
“Prada MAP mendapat hukuman dengan cara berendam di kolam sambil guling – guling dan melakukan pemukulan” kata Taufik.
“Akibat dari pemukulan, Prada MAP tak sadarkan diri”, lanjut Taufik.
Prada MAP sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Malinau, Kalimantan Utara. Namun sayangnya nyawa Prada MAP tidak tertolong
“Dokter yang menangani Prada MAP yakni dr. Indy mengatakan Prada MAP mengalami gagal pernafasan”, tutur Taufik.
Kedua senior yakni Pratu AH dan Pratu MF sedang dalam proses penanganan untuk di tindak lanjutin sesuai dengan proses hukum yang berlaku, sementara Jenazah Prada MAP sudah di pulangkan ke kampong halamannya. (KEPRIONLINE.CO.ID).






