KEPRIONLINE.CO.ID, ARTIKEL – Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) merupakan program untuk meningkatkan kualitas guru didunia pendidikan, Program PPG merupakan rancangan pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional.
Tetapi saat ini pelaksanaan PPG terlihat berbeda karena dampak Pandemi Covid 19 yamg saat ini menjadi perhatiaan dunia dan sistem ajar PPG dilakukan dengan cara virtual bukan dengan tatap muka.
Sistem pembelajaran daring atau secara virtual memberikan perubahan bagi seluruh guru untuk menguasai dunia teknologi saat ini karena pemberlakukan tadi, tetapi ini bukan suatu kendala untuk meningkatkan mutu atau kualitas saya sebagai guru, tetapi hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih mengetahui tentang dunia teknologi termasuk belajar memakai google meet untuk mengadakan perkuliahan, kerja kelompok dan menampilkan materi.
Perubahan sistem kuliah dengan menggunakan virtual tidak sesulit masuk dalam program PPG, karena untuk mengikuti PPG ini sendiri cukup panjang perjalanannya dan prosesesnnya, dimana harus wajib mengikuti pretest, jika sudah dinyatakan lulus kita akan melanjutkan dengan kelengkapan administrasi.
Syarat untuk mengikuti PPG dalam jabatan tahun ini harus memiliki SK mengajar paling kecil tahun 2015, dan SK tugas harus dari pemerintah tidak bisa hanya SK dari kepala sekolah khusus Sekolah Negeri dan untuk Guru swasta menimal sudah mengajar selama dua tahun.
Hal diatas menjadi gambaran sulit mengikuti PPG tetapi dengan kesabaran dan motivasi untuk meningkatkan mutu pendidikan bisa masuk sebagai peserta PPG, dan saya sendiri menunggu 4 tahun ( Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2021 ) baru mendapatkan kuota sebagai mahasiswa PPG dalam jabatan angkatan 2 di Universitas Tanjungpura.
Menjadi peserta PPG merupakan kebanggaan setiap Guru, tetapi dibalik ini semua ada tanggung jawab besar yang kita emban, dimana kita harus mampu memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia khususnya di sekolah saya mengajar.
Menjadi peserta PPG juga adalah pengalaman baru buat saya yang tidak bisa dilupakan selama hidup, karena harus mengenal dunia teknologi dalam sistem belajar secara daring atau virtual, awalnya membingungkan tetapi seiring dengan berjalannya waktu sudah terbiasa dengan sistem belajar daring atau virtual.
Saat ini program PPG dalam jabatan ini memiliki situs untuk melaksanakan pembelajaran secara daring melalui akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian dan Berkelanjutan ( SIMPKB ) , nanti disana kita masuk ke situs LMS kampus masing-masing. Banyak poin-poin yang akan kita kerjakan dari pendalaman materi, perancangan pembelajaran, ujian komprehensif dan praktik pembelajaran. Masing-masing poin tersebut memiliki sub-subnya untuk dikerjakan dan mendapat centang biru dan melalui proses ini saya merasakan bagaimana pembelajaran daring itu.
Saat proses pembelajaran daring banyak hal baru yang tidak saya pahami menjadi saya pahami salah satunya mengedit video untuk video pembelajaran PPLnya lalu di upload ke situs youtube. Selain itu masa PPG dalam jabatan ini juga saya banyak mempelajari untuk perbaikan kegiatan mengajar saya seperti penggunaan powerpoint, membuat LKPD dan bahan ajar yang menarik, serta mengetahui lebih banyak model-model pembelajaran inovatif.
Jadi intinya dengan sistem perkuliahan daring bukan menjadi kendala bagi semua siswa untuk mencari ilmu, tetapi sistem belajar daring ini mengurangi biaya karena tidak menghabiskan operasional untuk pulang pergi ke kampus.
Ucapan syukur bagi Allah selalu saya ucapkan karena pemberlakukan daring ini, karena saya tidak mengeluarkan dana banyak mengingat lokasi saya mengajar di Palembang dan kampus saya berada di Tanjungpura, Pontianak.
Memang proses mengajar daring tidak seenak tatap muka, tetapi karena kondisi pandemi Covid 19 terpaksa harus belajar jarak jauh, jadi intinya untuk menambah ilmu tidak perduli apapun kendalanya harus kita jalankan demi kebaikan dunia pendidikan.
Saya yakin semua mahasiswa PPG dalam jabatan khususnya angkatan dua dapat lulus UKIN dan UP. Pandemi bukan halangan untuk kita mencari ilmu demi kemajuan pembelajaran bagi peserta didik kita, dan saya ucapkan terima kasih kepada seluruh dosen-dosen saya di Universitas Tanjungpura Ibu dosen Dr. Masriani, S.Si., M.Si., Apt dan guru pamong ibu Noberta karena kesabaran mendidik kami dan tidak pelit untuk membagi ilmu.
Banyak ilmu yang saya dapat selama PPG yang bisa saya berikan kepada regenerasi bangsa, termasuk anak didik saya, Walaupun saat ini pembelajaran daring ini menjadi kendala di tempat saya mengajar Karena tidak semua anak didik saya memilki android, tetapi itu bukan kendala saya untuk memberikan ilmu kepada anak didik.
Dengan menerapkan prokes covid 19 atau 5 M di ruang kelas saya rasa bagus saat mengajar diruang kelas, intinya Pandemi Covid 19 bukan penghalang bagi saya untuk memberikan yang terbaik untuk anak bangsa, tetapi Pandemi Covid 19 memotivasi saya untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan.
Guru harus mengingat , Senjata Paling Ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah pendidikan, Ilmu yang di dapat selama PPG akan mampu merubah dunia pendidikan yang lebih baik kedepannya.
(Rizti Aprionita, S.Pd., Guru SD Negeri 29 Palembang)






