KEPRIONLINE CO ID NASIONAL PASAMAN – Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenagakerja Kabupaten Pasaman MN Susilo, menyerahkan 7500 masker jahitan alumni BLK Lubuksikaping kepada Bupati Pasaman dan siap dibagikan ke warga.
Ini hasil pelatihan sesudah lebaran, ada sekitar 10 ribu masker, sebagian diserahkan ke Logistik Gugus Tugas, dan ada yg langsung dibagikan BLK ke Lapangan, bekerjasama dengan berbagai pihak,kata M. N Susilo.Selasa (9/6/2020)
Disebutkan, terdapat sebanyak 15.000, masker yang sudah di produksi BLK Lubuksikaping dan semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama pada saat penerapan new normal, karena pada saat new normal, aturan memakai masker harus dipatuhi.
Selanjutnya, Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis, selain menerima penyerahan masker karya alimni BLK Lubuksikaping, juga meninjau langsung pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) program Kementerian Ketenegakerjaan RI yang dilakukan di workshop, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping
Peninjauan pelaksanaan pelatihan pada masa hari kedua, penerapan tata kehidupan baru (new normal) adalah untuk memastikan apakah penerapan protokol kesehatan terlaksana dengan baik di lapangan
Dijumpai, dari 176 peserta pelatihan yang terdapat di BLK Lubuksikaping, semua sudah mematuhi aturan protokol covid, seperti memakai masker, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh serta jarak aman. “Ya, BLK ini kita cek setelah tadi sebelumnya mengunjungi para pedagang di Pasar Benteng, Lubuksikaping, sehabis dari sana kita lanjutkan ke lokasi ini karena disini ada kegiatan pelatihan, namun diharapkan dengan dilaksanakan pola hidup normal yang baru, terwujud masyarakat yang bersih tertip dan sehat, terang Bupati.
Sementara, Kepala UPT BLK Lubuksikaping, Haryadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa hal untuk penerapan new normal,di antaranya, seluruh pegawai dan peserta pelatihan di BLK Lubuk Sikaping diwajibkan memakai masker, menyiapkan alat cek suhu tubuh, dan penyediaam tempat mencuci tangan sebelum masuk ruangan berupa wastafel dan handsanitizer, serta membagikan masker hasil buatan sendiri kepada peserta pelatihan yang tidak memiliki masker.
Selain itu, kepada peserta pelatihan dilarang keluar dari area BLK selama melaksanakan pelatihan, ini bagian kegiatan isolasi agar peserta lebih terjaga interaksinya. “Bagi peserta yang akan keluar, mereka wajib melapor kepada petugas yang berjaga di pintu masuk, agar bisa di tracking, peserta yang bersangkutan” ujar Haryadi.(
KEPRIONLINE.CO.ID NASIONAL PASAMAN F 23)






