Keprionline.co.id, Kepri Lingga – Sebanyak 50 warga Desa Pelakak, kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Indonesia sampai saat ini belum memiliki perahu sampan sampai saat ini.
Nelayan Desa Pelakak, Yono mengatakan, warga disini mengantungkan hidupnya ari hasil mencari ikan dilaut, dan warga yang tidak memiliki sampan perahu terkadang numpang dengan warga yang memiliki sampan dan bekerja membantu nelayan yang memiliki sampan dengan sistim gaji, ujar Yono.
Keluhan warga ini sudah disampaikan kepada Pemerintah Desa, tetapi peruntukan dana desa masih fokus ke pembangunan jalan, sumur bersama dan lainnya, sehingga usulan ini belum direalisasikan, ujar Yono.
Kepala Desa Pelakak, Murni mengatakan, Semua aspirasi masyaralat Desa Pelakak sudah kita tampung tetapi dalam menjalankan angaran dana desa tentu ada prioritas yang paling dibutuhkan masyarakat, ujar Murni.
Kita sudah menyampai kan beberapa rumah warga tidak layak huni telah di ajukan untuk di bangun kembali melalui program RTLH dan permintaan tersebut di tolak karena tidak sesuai aturan dari RTLH, ujar Murni.
Selain itu, saat ini ada pemotongan anggaran Dana Desa tentu bebeapa program sudah tidak bisa berjalan lagi termasuk penyedian sampan perahu kepada warga Desa Pelakak yang belum memiliki perahu, ujar Murni,
Kita berharap kepada Pemda Lingga, Pemrov Kepri dan seluruh anggora DPR perwakilan Lingga dan Kepri untuk benar-benar memperhatikan kehidupan rakyat pesisir dan tolong perjuangkan supaya Dana Desa tidak dilakukan pemotongan agar bisa memenuhi kebutuhan umum masyarakat Pelakak, ujar Murni. ( Saparuddin ).






