Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Irwansyah, mengatakan, masih ada sekitar 40 persen warga memasak dengan kompor berbahan minyak tanah, dan melakukan konversi atau beralih menggunakan ke gas elpiji. Selasa (24/10/2023)
Mereka itu tersebar di tiga kabupaten di Kepri, yaitu Lingga, Anambas dan Natuna.
“Dari total tujuh kabupaten/kota se-Kepri, sebanyak empat daerah sudah konversi kompor minyak tanah ke gas elpiji, yaitu Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang,” kata Irwansyah saat menyampaikan pandangan fraksi pada sidang paripurna terkait Ranperda Rancangan Umum Energi Daerah (RUED) Kepri 2023-2050 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.
Oleh karena itu, Irwansyah mendorong Pemprov Kepri menggesa konversi kompor minyak tanah ke gas elpiji di Lingga, Anambas dan Natuna agar tak ada lagi perbedaan antara warga di tiga kabupaten itu dengan warga kabupaten/kota lainnya yang sudah terlebih dulu menggunakaan kompor gas.
Ia juga menyoroti kegiatan ekspor gas langsung dari Anambas dan Natuna ke negara tetangga Singapura agar lebih memperhatikan kebutuhan gas bagi masyarakat setempat.
“Anambas dan Natuna ialah daerah penghasil minyak dan gas, harusnya mereka ikut menikmati konversi gas epliji bersubsidi,” ujarnya.
Selain itu, Irwansyah turut menyampaikan terkait beberapa daerah pulau di Kepri yang masih minim penerangan listrik.
Ia mencontohkan di wilayah Belakang Padang, Batam, listrik masih menyala sekitar 6-10 jam. Sehingga perlu didorong supaya menyala 1×24 jam.
Beberapa poin menyangkut gas dan listrik, lanjutnya, perlu menjadi prioritas Pemprov Kepri melalui pembahasan Ranperda RUED 2023-2050.
“Mudah-mudahan bukan cuma materi di atas kertas, tapi betul-betul diimplementasikan kepada warga,” pungkas Politisi PPP tersebut. (Red)






