Keprionline.co.id, KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun resmi memulai langkah besar dalam memetakan kekuatan ekonomi daerah melalui pencanangan Sensus Ekonomi 2026. Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, menegaskan bahwa hasil sensus ini akan menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ditandai dengan pemasangan rompi petugas sensus secara simbolis oleh Bupati Iskandarsyah kepada perwakilan petugas lapangan. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya pendataan ekonomi terbesar yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Karimun.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa data yang akurat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan perkiraan dalam mengambil keputusan strategis.
“Data yang valid adalah fondasi utama dalam merancang kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Dengan data yang akurat, kita bisa mengetahui potensi ekonomi yang harus dikembangkan dan berbagai tantangan yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan digunakan untuk membuka peluang kerja baru melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Selain itu, data tersebut juga akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan investasi yang lebih ramah bagi pelaku usaha.
Tak hanya itu, pemerintah daerah menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemetaan potensi ekonomi yang lebih rinci serta penyederhanaan proses perizinan guna menarik minat investor masuk ke Karimun. Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, mengungkapkan sebanyak 207 petugas sensus telah disiapkan untuk melakukan pendataan di 14 kecamatan.
Pendataan akan menyasar sekitar 90 ribu kepala keluarga dan 20 ribu pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi Kabupaten Karimun.
Untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat, BPS memastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya. Pendataan dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Selain itu, petugas sensus akan menerapkan sistem kunjungan yang fleksibel dengan mekanisme janji temu. Masyarakat dapat menentukan waktu yang nyaman, termasuk pada sore atau malam hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati Iskandarsyah mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan terbuka.
“Partisipasi masyarakat adalah investasi untuk masa depan Karimun. Semakin akurat data yang diberikan, semakin tepat pula kebijakan yang bisa kita susun demi kemajuan daerah dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pembangunan berbasis data, sekaligus membuka jalan bagi Karimun untuk tumbuh sebagai daerah yang lebih maju, kompetitif, dan berdaya saing di masa mendatang. (Oky)






