Keprionline.co.id, Anambas – Kabupaten Anambas salah satu Kabupaten di Kepulauan Riau (Kepri) yang masih menggunakan minyak tanah. Namun itu tidak berlangsung lama, Tahun 2025 nanti, Kabupaten Anambas akan melakukan konversi dari minyak tanah menuju pemakaian ga elpiji.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Anambas Yohanes usai memimpin rapat di Kantor Bupati Anambas, Senin (13/11/2023).
Yohanens mengungkapkan jika rencana konversi itu sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah pusat.
Yohanes mengaku telah membahas rencana tersebut bersama camat dan kepala desa se-Anambas.
“Sudah kami bahas dalam rapat bersama camat dan kades lewat zoom meeting ujarnya pada media, Selasa (14/11/2023).
Yohanes mengungkap, dari hasil rapat tersebut para camat dan kades menyambut baik dan menyetujui rencana konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 Kg.
Ia juga menjelsakan bahwa pemakaian minyak tanah sudah tidak cocok bagi warga Anambas, ditambah lagi dnegan harga terbilang cukup mahal dibandingkan dengan pemakaian gas elpiji.
“Konsumsi minyak tanah ini kan sudah gak efesien makanya direncanakan konversi ke gas elpiji 3 Kg. Dengan gas elpiji ini kan penggunaannya lebih sederhana, pengangkutannya gak ribet dan harganya jauh lebih murah,” sebutnya.
Ia menambahkan, dalam persiapan mengkonversi minyak tanah ke gas elpiji 3 Kg, pihaknya meminta kepada setiap camat dan kepala desa untuk mengumpulkan sejumlah data pengguna keluarga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
“Kami sudah minta kesiapan mereka dan mereka setuju. Cuma mereka minta rencana ini disosialisasikan ulang oleh pertamina dan pemerintah daerah ke pihak mereka,” ungkapnya.
Yohanes berencana menggesa sosialisasi di tiga pula besar yang ada di Kabupaten Anambas diantaranya Siantan, Palmatak dan Jemaja.
“Mengenai tata cata pendataan kita juga perlu memikirkan kesiapan berapa jumlah kebutuhan gas elpiji 3 Kg ini bagi keluarga kurang mampu dan pelaku usaha mikro, nanti kami akan tarik datanya dari desa,” terangnya.
Namun rencana pemakaian gas elpiji di Anambas diprediksikan pada tahun 2025 mendatang.
“Tahun 2024 belum lah, rencana dikonversi tahun 2025 ke atas. Makanya kami perlu siapkan ini dari sekarang, mudah-mudahan pas tahun 2025 semuanya sudah siap dan paling tidak sosialisasi ke masyarakat harus segera kami lakukan,” pungkasnya. (Red)






