Keprionline.co.id, Karimun – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt Supendi menghadiri Diklat Pemberdayaan Masyarakat Basic Safety Training – Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan SKK 60 mil bagi operator kapal tradisional.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt Supendi mengatakan, Diklat ini sangat penting bagi warga Karimun yang melakukan aktivitas di Laut, dimana ada tiga poin penting yang dibahas dalam diklat ini yaitu cara bertahan hidup dilaut, cara menyelamatkan diri apabila terjadi musibah dilaut dan bagaimana cara memadamkan api apabila ada kapalnya yang terbakar, ujar Capt Supendi disela-sela pembukaan diklat di Gedung nasional, Senin ( 08/07/2024 ).
Selain itu, ada tiga jenis Diklat dan sertifikat yang akan diberikan meliputi , Advance Fire Fighting (AFF) dan Security Awareness Training (SAT), Basic Safety Training (BST) Kapal Niaga. Jadi dalam tahun 2024 ini ada sekitar 150 peserta yang akan ikut dalam diklat ini dan saat ini KSOP sudah melayangkan surat ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan Politeknik Pelayaran Padang untuk pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) tersebut, ujar Capt Supendi.
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim meminta kepada seluruh peserta diklat untuk memahami materi-materi yang diberikan oleh narasumber, karena ini sangat bermamfaat bagi kita saat bekerja di tengah laut, ujar Anwar.
Sleain itu, diklat ini akan mampu meningkatkan SDM warga Karimun dan memahami aturan-aturan batas – batas wilayah negara Indonesia dengan negara tetangga, saat ini masih ada beberapa nelayan kita yang masih melewati batas wilayah saat bekekerja di lautan, dan kita berharap melalui kegiatan ini para peserta paham terkait dengan batas perairan Indonesia dan bisa menyampaikan kepada rekan-rekan, ujar Anwar . ( Jantua ).






