KEPRIONLINE.CO.ID, KARIMUN – Sebagai upaya mencegah, mengantisipasi dan memberantas peredaran narkoba, TNI AD Koramil 01/Balai mendukung pembentukan Program Kampung Tangguh Bersih Narkoba Polres Karimun yang diresmikan di Ruang Serbaguna Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Rabu (23/06/202).
Acara Peresmian Kampung Tangguh Bersih Narkoba dimulai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si., didampingi Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK dan Kepala BNN Karimun Eryan Noviandi S., S.H. Selain panitia acara yaitu Satres Narkoba Polres Karimun dan anggota Polres Karimun lainnya, acara ini juga dihadiri oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) TNI AD 01/Balai Mayor Inf K. Manurung mewakili Dandim, juga dihadiri Komandan Pangkalan (Danlanal)TNI AL, Kapolsek Balai, Kapolsek KKP, Bea Cukai, Camat Karimun, Lurah Sungai Lakam Timur, Tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh Agama serta Tokoh Pemuda setempat.
Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK dalam sambutannya mengatakan, “Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Karimun termasuk tinggi. Selama saya menjadi Kapolres Karimun, Polres Karimun sudah pernah memproses tersangka kasus Narkoba dengan barang bukti sekitar 10 kilogram jenis sabu. Selain itu banyak juga kasus-kasus narkoba lainnya yang sudah diproses dan dimusnahkan.”
“Narkoba adalah musuh kita bersama, seluruh instansi terkait dan komponen masyarakat harus bersatu menjalin kerjasama dalam memerangi narkoba demi generasi kita selanjutnya. Kampung Tangguh Bersih Narkoba adalah cita-cita kita bersama”, kata Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK.
“Ada 4 Desa di wilayah Kabupaten Karimun yang bersih dari narkoba yaitu Desa Pongkar, Desa Gemuruh, Desa Sungai Teluk Air dan Desa Pulau Ngal. Di keempat Desa tersebut kerjasama masyarakat dengan Ormas, Kepolisian dan Babinsa TNI AD untuk memberantas narkoba sudah terjalin. BNN Kab. Karimun berharap semua desa bisa mewujudkan Kampung Tangguh Bersih Narkoba terlebih dengan dibentuknya program ini”, kata Kepala BNN Karimun Eryan Noviandi S., S.H dalam sabutannya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si. mengatakan, ” Wilayah Kabupaten Karimun itu rawan perederan narkoba karena berbatasan dengan negara tetangga, Malasya dan Singapura. Jadi kerjasama dan komunikasi antar komponen masyarakat dan instansi terkait harus berjalan dengan baik untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Karimun”
Beliau juga mencoba menjelaskan dampak dari kasus 10 kilogram sabu yang dikatakan Kapolres Karimun secara hitungan matematis sederhana. Kesimpulannya, sepuluh kilogram itu bisa merusak 50 ribu orang masyarakat Indonesia dan merugikan Negara sekitar 20 Miliar. Narkoba sebanyak itu bisa membuat teler satu Kecamatan Karimun.
Usai acara peresmian, Tim Keprionline langsung menemui Danramil TNI AD 01/Balai Mayor Inf. K. Manurung untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai pernyataan Kepala BNN keterkaitan Babinsa TNI AD dengan masyarakat dalam memberantas perederan narkoba. Beliau mengatakan, “Dari awal Koramil 01/Balai telah perintahkan Babinsa untuk berkoordinasi dengan Kepolisian, Kades/Kurah, Tokoh masyarakat dan Ormas untuk memberantas perederan narkoba.
Narkoba sangat berbahaya bagi generasi bangsa ini. Harus kita semua yang memerangi perederan Narkoba ini. Dengan adanya Program Kampung Tangguh yang diinisiasi oleh Polres Karimun, TNI AD berharap kerjasama dan komunikasi antara komponen masyarakat dan instansi terkait bisa menjadi lebih baik lagi dalam memberantas Narkoba ini. Kami juga beri perintah kepada Babinsa untuk melakukan kegiatan-kegiatan ditengah masyarakat yang merangkul segala kalangan agar ruang gerak peredaran narkoba menjadi lebih sempit karena pertukaran informasi pasti terjalin.” (KEPRIONLINE.CO.ID/ JANTUA DOLOK SARIBU ).






