KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Di tengah panasnya antara Ukraina dan Rusia, ternyata ada gejolak panas asmara dari sepasang kekasih dari pasukan Ukraina.
Lesia Ivashchenko dan Valerii Fylymonov melangsungkan pernikahan di situasi yang kurang memungkinkan seperti ini, disaksikan oleh rekan-rekan prajurit dari Ukraina.
Berlokasi di sebuah pos pemeriksaan di sekitar Kiev, acara berlangsung dengan khidmat dengan sentuhan seadanya namun tetap layak.
Melansir dari NY Post, pernikahan tersebut pun dikelilingi oleh prajurit dengan perlengkapan senjata yang lengkap.
Wartawan yang hadir pun turut serta menggunakan rompi anti peluru untuk berjaga-jaga apabila terdapat serangan dadakan dan untuk keamanan.
Pengantin wanita menggunakan veil dan memegang sebuah buket bunga di tangannya, dan pasangan pria hanyalah menggunakan topi kupluk.
Keduanya tetap menggunakan ban lengan kuning, yang mana menunjukkan bahwa mereka adalah anggota Pasukan Pertahanan Teritorial dari negara tersebut.
Sejak awal perang terjadi, pasangan tersebut belum pernah bertemu sama lain. Hingga akhirnya mereka bisa bertemu lagi di pasukan cadangan.
Jalannya pernikahan tersebut melalui rangkaian upacara tradisional ortodoks, dimana mahkota yang biasa dipakai oleh pengantin wanita diubah menggunakan helm militer.
Dipandu oleh pastur dari rekan pasukan militer Ukraina, mereka akhirnya sah menjadi sepasang suami istri dihadapan para pasukan Ukraina.
Pasangan tersebut tertawa sumringah atas momen kebahagiaan ini, meskipun sedang terjadi dalam kondisi yang sulit.
Pengantin wanita pun turut melontarkan kata bahagia setelah prosesi pernikahan selesai dilakukan.
“Sulit untuk mengatakan kebahagiaan tanpa syarat dalam situasi ini, tetapi kami pasti mampu mengatasinya,” ujar Fylymonov.
Saat pasangan tersebut berciuman untuk meresmikan statusnya, para pasukan pun berteriak dengan semangat patriot.
“Kemuliaan bagi keluarga! Kemuliaan bagi keluarga! Kemuliaan bagi Ukraina!” teriak mereka. (SUMBER: STRATEGI.ID).






