Pensiuanan karyawan BP Batam, Suprapto atau yang sering di panggil Pak Kabul menyayangkan aksi spanduk penolakan terkait ijazah s1 dan s2 calon walikota Batam Muhammad Rudi yang tidak jelas dipasang di kawasan kantor BP Batam. Jumat (4//12/2020).
“Perlu digaris bawahi saya tidak tahu siapa yang memasang, entah dari mana, apakah dari berbau politis saya tidak tahu, namun yang jelas, saya kecewa dan menyesali serta sangat prihatin, karna sepertinya kantor Otorita yang sekarang BP Batam ini dimata masyarakat sudah tidak harganya lagi” Tegas Kabul.
Sambungnya, kalau memang seperti rumor selama ini yang berkembang terkait kepala BP Batam menggunakan ijazah palsu, tolonglah jangan ditaruh spanduk penolakan di kantor BP Batam, itukan kantor Pemerintah.
“kalau sifatnya individual bagusnya dipasang di depan rumah Rudi, itu saya lebih setuju dipasang disitu jangan dikantor BP Batam, dipandang masyarakat kantor BP Batam buruk,karna ulah dari pejabatnya” ucapnya.
Saya menghimbau dan memohon kepada masyarakat dapat memaklumi bahwa BP Batam itu lembaga Pemerintah yang punya tujuan mulia di Batam, langsung saja ditempel di rumah yang bersangkutan, karna bicara BP Batam bukan satu orang, yang ada didalam kantor itu semua BP Batam, sementara yang punya salah satu orang. Ujarnya
Mari kita sama-sama menjaga selama masa minggu tenang ini, lansung ajalah ke rumahnya, kalau ada unsur pidana percayakan kepada aparat untuk mengusutnya, kalau aparat tidak punya inisiatif langsung menyikapi suara-suara masyarakat selama ini, silahkan buat laporan bagi pihak-pihak yang selama ini tertipu silahkan bikin laporan sesuaikan dengan prosedur yang berlaku. imbuhnya

“saya bukan orang politik, dan saya sendiri sangat mendukung kalau memang izasahnya palsu silahkan laporin, bahkan ketika saya sendiri punya bukti ijazah palsu, saya juga akan melaporkan, saya ini mantan karyawan BP Batam, mangkanya saya kecewa karna itu kantor membesarkan saya sampai saya pension, kok sekarang jadi tidak berharga di mata masyarakat. Tutup Kabul.
Selebaran dan spanduk Menolak Ex offisio kepala BP-Batam mencoreng dunia pendidikan itu merupakan hal biasa dan itu sdh pernah ada.ungkap Mantan karyawan BP Batam Moody Arnold Timesela, saat dikonfirmasi keprionline melalui via telephone.
Persoalan menyangkut ijazah Rudi di tempel di kantor BP Batam, kalau saya melihat itu demokrasi setiap masyarakat oleh sebab itu tidak jadi masalah di tempel di kantor BP Batam wajar-wajar saja, karna ada dugaan izasah Rudi bermasalah dan menjadi tranding juga di masyarakat Kota Batam. Ucapnya.
“saya piker pemasangan spanduk di BP Batam itu, ada pertimbangan dari kawan-kawan memasang itu supaya masyarakat juga bisa melihat ada penolakan yang menyangkut Ijazah Rudi , biar masyarakat tahu juga, terutama kawan-kawan yang duduk di BP Batam, mau dipasang dimana sah-sah saja” jelas Moody.
Terkait pemasangan sepanduk Ijazah Rudi yang bermasalah ini bukan persoalan yang baru, sebelumnya masyarakat juga melakukan penolakan menempelkan sepanduk di sekitar Batam Centre, “Memang itu sah-sah saja, kan kita negara demokrasi bebas untuk menyampaikan pikiran dan pendapat di muka umum.” Tandasnya.





