KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Singapura merupakan salah satu negara yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Dari awal tahun 2021, kasus Covid-19 di Singapura hanya sekitar 10 sampai 30 kasus perhari. Begitu juga dengan penanganan pasien Covid-19, Singapura bisa dikatakan sukses dalam hal tersebut. Dari 62.544 Kasus, hanya 36 orang yang meninggal karena Covid-19. (JHU CSSE COVID-19, terakhir diperbaharui 27/06/2021)
Baru-baru ini media The Strait Times dalam kolom opininya, Pemerintah Singapura menyatakan bahwa Negara Singapura akan hidup berdampingan dengan Virus Corona. Covid-19 akan dianggap sebagai penyakit endemik lainnya, seperti Flu biasa. Hal ini disampaikan tiga wakil ketua gugus tugas COVID-19 (Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong, dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung) di Kementerian Singapura, saat mereka menguraikan rencana untuk transisi ke new normal, Kamis (24/06/2021).
“Kabar buruknya Covid-19 mungkin tidak akan hilang. Kabar baiknya, masih bisa hidup normal bersama Covid-19. Itu artinya, Virus Corona ini akan terus bermutasi dan hidup dalam komunitas kita”, kata Mentri Singapura tersebut.
Berikut rencana yang dilontarkan ketiga Menteri Singapura tersebut, tidak akan ada lagi tujuan penyebaran virus corona mencapai nol kasus. Karantina akan ditiadakan untuk pelancong dan kontak dekat kasus tidak perlu diisolasi. Negara Singapura juga berencana untuk tidak lagi mengumumkan jumlah kasus harian.
Opini ini tentu menjadi sorotan media di Indonesia. Di Indonesia sendiri kasus Covid-19 masih saja terus mengalami peningkatan. Opini tersebut menjadi pertanyaan bagi media dan masyarakat Indonesia. Tepatkah langkah yang diambil Pemerintah Singapura? Mampukah Indonesia melakukan hal seperti Singapura lakukan? Bagaimana jadinya kalau Indonesia melakukan hal yang demikian? (KEPRIONLINE.CO.ID/CW Odie Sigiro)






