Keprionline.co.id, Batam – Tahun 2024 mendatang Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bata akan membangun lebih dari 40 drainase untuk penanganan banjir. Wacana ini masuk dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Batam, akan dibahas pada tahun yang sama.
Kepala DBMSDA Batam Suhar mengatakan, besaran anggaran penanganan banjir yang dialokasikan sebesar Rp. 11,34 miliar. Angka ini turun sebesar Rp. 7 miliar dari APBD-P tahun 2023 yakni Rp. 18,8 miliar. Angka ini juga jauh dari usulan dinasnya sebesar Rp. 56 miliar hasil dari musrembang dan pendataan di lapangan.
“Jadi kita mengusulkan ke DPRD Batam sebesar Rp. 56 miliar, yang hanya disetujui hanya Rp. 11,34 miliar. Meskipun tidak seperti usulan angkanya, kita tetap jalan membenahi drainase seperti di perumahan-perumahan, kalau untuk drainase induk belum ada tahun depan,” kata Suhar di Sekupang, Jumat (3/11/2023)
Suhar melanjutkan, meskipun minim anggaran, DBMSDA tetap akan memaksimalkan kinerja untuk membangun drainase baru pada sejumlah lokasi yang sering terjadi banjir. Jumlah drainase yang masih eksis terbagi atas drainase primer sebanyak 121 ruas dengan panjang 108.525 meter dan drainase sekunder sebanyak 1065 ruas dengan panjang 478.890 meter.
Diketahui titik banjir di Batam bertambah pada tahun 2023, yakni 28 titik banjir. Kurang maksimalnya drainase menjadi satu diantaran banyaknya penyebab banjir di Batam. Lokasinya antara lain, kawasan Samsat, jalan di fepan Villa Panbill, simoang Kepri Mall, jalan didepan perumahan Duta Mas, Legenda Malaka, kawasan Tunas dan lainnya. (Red)






