Sabtu, 5 September 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Potret Perempuan Pekerja di Lahan Sawit, Diperkosa Bos hingga Keguguran karena Kerja Berat dan Takut Dipecat

Kepri online
24 November 2020
di SERBA - SERBI
0
Potret Perempuan Pekerja di Lahan Sawit, Diperkosa Bos hingga Keguguran karena Kerja Berat dan Takut Dipecat

Sumber kompas.com

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID,KEPRI- Gadis 16 tahun yang bekerja di kebun kelapa sawit bercerita kejadian pemerkosaan yang dialaminya pada tahun 2017 lalu. Di perkebunan, gadis tersebut bekerja sejak berumur 6 tahun. Ia bertugas mengangkut gerobak yang berisi kelapa sawit yang ia potong dari pohon. Saat bekerja, tiba-tiba tangan majikannya membungkam mulutnya sehingga ia tak bisa berteriak. Majikannya yang sudah cukup umur itu kemudian meraih lengannya dan melemparkannya ke tanah di tengah hutan.

Gadis itu mendeskripsikan jika majikannya memperkosanya di tengah pepohonan tinggi di perkebunan sawit di salah satu wilayah di Indonesia. Ia menyebut sang bos meletakkan kapak di tenggorokannya dan mengancam,”Jangan katakan kepada orang lain.” “Dia mengancam akan membunuhku,” katanya lembut dilansir dari VOA Indonesia. “Dia mengancam akan membunuh seluruh keluargaku.” Kemudian sang bos berdiri dan meludahinya.

Baca Juga

Variantes de Live Blackjack do Solverde Explicadas

5 September 2026
3

Olympia Casino: Quick‑Fire Gaming for the Modern Player

5 September 2026
2

Sang bos telah memperkosanya empat kali lagi hingga dia hamil dan melahirkan seorang bayi. Keluarga mengajukan laporan ke polisi, tetapi pengaduan itu dibatalkan, dengan alasan kurangnya bukti. “Aku ingin dia dihukum,” kata gadis itu setelah diam lama. “Saya ingin dia ditangkap dan dihukum karena dia tidak peduli dengan bayinya … dia tidak bertanggung jawab.”

Sementara itu di perkebunan sawit lainnya, seorang perempuan bernama Ola mengeluhkan demam, batuk dan mimisan bertahun-tahun. Ia mengalami gangguan kesehatan setelah bertahun-tahun menyemprot pestisida berbahaya tanpa alat pelindung. Ola bekerja dengan gaji Rp 28.000 per hari tanpa mendapatkan fasilitas kesehatan sehingga dia tak mampu pergi ke dokter. Cerita lain dialami Ita, seorang buruh di perkebunan sawit. Ia dua kali keguguran di dua kehamilan trimester ketiga.

Keguguran terjadi karena ia secara teratur memanggul kelapa sawit yang berat di dua kehamilannya. Jika tidak melakukannya, ia takut dipecat dari pekerjaannya. Sementara seorang perempuan lain sebut saja bernama Indra bekerja di salah satu perkebunan sawit di Malaysia. Dia bercerita bosnya mulai melakukan pelecehan dengan mengatakan hal-hal seperti “Ayo tidur denganku. Aku akan memberimu seorang bayi.” Sang bos juga mengintai saat Indra di kebun, bahkan ketika dia pergi ke kamar mandi.

Di usai 27 tahun, Indra bercita-cita untuk pergi, tetapi ia mengaku sulit untuk membangun kehidupan baru tanpa pendidikan dan keterampilan lain. Kaum perempuan dalam keluarganya telah bekerja di perkebunan Malaysia yang sama sejak nenek buyutnya meninggalkan India saat masih bayi di awal tahun 1900-an. Seperti banyak pekerja di kedua negara tersebut, mereka tidak mampu meninggalkan perumahan bersubsidi dari perusahaan, yang seringkali hanya terdiri dari deretan gubuk bobrok tanpa air mengalir. “Saya rasa ini normal,” kata Indra. “Dari lahir sampai sekarang, saya masih di perkebunan.”

Perempuan di Indonesia seringkali menjadi pekerja “lepas”, yang dipekerjakan dari hari ke hari, dengan pekerjaan dan gaji yang tidak pernah terjamin. Laki-laki menerima hampir seluruh posisi yang sifatnya permanen, memanen tandan buah yang berat dan berduri dan bekerja di pabrik pengolahan. Di hampir setiap perkebunan, laki-laki juga menjadi pengawas. Hal tersebut membuka pintu untuk pelecehan seksual.

AP mendengar tentang insiden serupa di perkebunan besar dan kecil di kedua negara. Perwakilan serikat pekerja, pekerja kesehatan, pejabat pemerintah dan pengacara mengatakan ada kasus pemerkosaan berkelompok. Anak-anak berusia 12 tahun dibawa ke ladang dan diserang secara seksual oleh mandor perkebunan. Salah satu contohnya adalah seorang remaja Indonesia yang diperdagangkan ke Malaysia sebagai budak seks. Dia harus melewati antara pekerja minyak sawit yang mabuk yang tinggal di bawah terpal plastik di hutan. Dan akhirnya ia melarikan diri.

Sementara Indonesia memiliki undang-undang untuk melindungi perempuan dari pelecehan dan diskriminasi. Rafail Walangitan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan dia menyadari banyak masalah yang diidentifikasi oleh AP di perkebunan kelapa sawit, termasuk isu pekerja anak dan pelecehan seksual. “Kami harus bekerja keras untuk ini,” katanya, sambil menambahkan bahwa jalan pemerintah masih panjang.(SUMBER KOMPAS.COM)

Tags: BeratBosdanDipecatDiperkosahinggakarenaKeguguranKerjaPotret Perempuan Pekerja di Lahan SawitTakut
Sebelumnya

Tim Pemenangan Soerya-Iman Gencar Lakukan Pemetaan Demi Memenangkan Pasangan Sinergi di Moro

Berikutnya

Polsek Kawasan Pelabuhan Batam Himbau Masyarakat Menjaga Jarak dan Tidak Berkumpul

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Variantes de Live Blackjack do Solverde Explicadas

5 September 2026
3
SERBA - SERBI

Olympia Casino: Quick‑Fire Gaming for the Modern Player

5 September 2026
2
SERBA - SERBI

Funcții de pariere pe baschet Vavada

5 September 2026
2

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Dua Oknum Diduga PNS Bintan Mesum di Pantai Trikora Dipanggil Hari Ini, Ternyata Pegawai Honorer

    Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tim Penduli Lahan Isenabasa Temukan Kejanggalan Pengalihan Lahan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Disduk Karimun Sosialisasikan IKD di Kantor Imigrasi Karimun

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Video Seks Mirip Gisel Viral, Ahli Telematika Roy Suryo Sebut Bentuk Pipi Pelaku Beda

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Bersama Pemdes Pangke Barat, Polres Karimun Tanam Jagung Pipil di Lahan Seluas  2 Hektar

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aset Pemkab Lingga Diduga Hilang, Kinerja Internal Pemda Lingga Jadi Sorotan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tekan Peredaran Narkoba,Polres Karimun Musnahkan 321,83 Gram Sabu dan 11,89 Gram Ganja

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Syamsul Paloh: Deklarasi Anti Narkoba Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mecky Dewancha Dipercaya Pimpin DPD GERAK KEPRI Kabupaten Karimun

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.