KEPRIONLINE.CO.ID, Kepulauan Riau – PPKM Darurat ternyata kurang efektif, tetapi sangat memukul ekonomi rakyat.
Pemerintah Indonesia memang tengah berupaya keras menekan angka ataupun mengendalikan penyebaran COVID-19 serta penanggulangannya.
Akan tetapi kenyataannya banyak keluhan dari rakyat Indonesia disetiap langkah ataupun keputusan yang diambil Pemerintah mengenai COVID-19, terlebih hal PPKM ini.
Bahkan pada Selasa kemarin (20/07/2021), Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah mengesahkan instruksi baru mengenai PPKM yaitu Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali yang berlaku hingga Minggu (25/7).
Hal yang sama juga dirasakan Ir. Wira Silalahi, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau bahwa PPKM ini tidak efektif.
“Pemerintah sepertinya kurang tanggap keluh kesah masyarakat mengenai PPKM yang diberlakukan. PPKM ini tidak efektif karena masyarakat belum mampu secara ekonomi. Hasilnya banyak masyarakat membangkang dan kena sanksi denda yang lebih besar dari pendapatannya,” kata Wira kepada media Keprionline melalui pesan whatsappnya, Rabu (21/7).
“Saya mengungkapkan demikian bukan karena faktor Politik, kenyataannya memang ini yang dirasakan masyarakat. Kalau ada solusi yang lebih baik dari PPKM ini, kita bersyukur dan menjalankannya. Setiap Kebijakan yang dibuat mohonlah untuk dicermati secara detail,” sambungnya.
Ir. Wira Silalahi juga berkomentar mengenai Instruksi Mendagri tentang PPKM Level 4 yang berlaku untuk daerah Jawa-Bali.
“Istilah-istilah baru PPKM ini sebenarnya ditujukan untuk siapa? untuk masyarakat atau petugas terkait?” kata Anggota DPRD Kepri tersebut.
“Kalau untuk masyarakat seharusnya sekarang masyarakat sudah mengerti tentang PPKM Level 4 ini karena memang sudah berlaku. Kalau masyarakat tidak mengerti maka wajar kalau PPKM Level 4 ini juga bakalan tidak efektif,” jelas Wira.
Wira Silalahi berpesan untuk Pemerintah Pusat, agar lebih baik menggalakan Protokol Kesehatan dan Vaksinasi. Bila Negara sanggup, sekalian melakukan Lock Down dengan memenuhi kebutuhan rakyat selama masa Lock Down.
“Seharusnya Pemerintah fokus saja bagaimana mendisiplinkan masyarakat agar menjalankan Protokol Kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Meningkatkan 3T (Testing/Pengujian, Tracing/Pelacakan, Treatment/Penanganan) agar penyebaran COVID-19 dan angka kematian turun. Serta tetap melaksanakan Vaksinasi masif secara cepat,” pesan Wira.
“Jangan terlalu panik dangan angka kasus positif baru, tetapi lebih penting angka kematian per hari. Karena 80% dari kasus positif adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan gejala ringan, hampir pasti sembuh. Hanya sekitar 4% yg bergejala berat. Bila treatmentnya bagus, angka kematian bisa diturunkan,” ujarnya.
“Contoh real, hari Selasa (20/7), Inggris 46.558 positif tertinggi di dunia, tetapi hanya punya angka kematian 96 per hari. Ini jauh lebih baik dari kita, walaupun hari ini cuma 38.326 positif tetapi angka kematian 1.280 per hari,” tutur Ir. Wira Silalahi.
(KEPRIONLINE.CO.ID)






