KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Manusia adalah mahluk sosial, hal ini menandakan bahwa manusia adalah mahluk yang tidak akan pernah bisa hidup seorang diri. Bagaimanapun pintarnya, kayanya, dan besar kuasanya ia akan tetap membutuhkan orang lain.
Orang pintar tidak akan menjadi pintar tanpa ada orang bodoh di sekitarnya. Orang kaya tidak akan menjadi kaya tanpa kehadiran orang kurang mampu di sekelilingnya. Serta orang yang berkuasa tak akan menjadi berkuasa tanpa ada orang-orang yang dikuasai. Sudah suatu ketentuan mutlak, bahwa manusia memang tidak akan pernah bisa hidup sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, dalam menjalani roda kehidupan masing-masing, manusia banyak menghabiskan waktunya bersama orang-orang terdekat. Baik itu teman ataupun sahabat.
Menerjang indahnya kehidupan akan begitu sia-sia tanpa di dihadiri dengan seorang atau beberapa sahabat. Sahabat adalah makhluk yang lebih dari sekadar teman, namun ia adalah ibarat malaikat nyata yang sengaja diciptakan oleh Tuhan agar ia tak merasa sendirian di dalam surga dunia yang telah diciptakannya itu.
Jika mencari teman itu mudah, maka mencari sahabat tak bisa semudah itu. Mencari sahabat itu ibarat mencari Bunga Mawar di tengah sawah. Terbayang bukan sulitnya? Semua itu memang fakta, namun itulah adanya.
Memiliki banyak sahabat itu belum tentu benar-benar menyayangimu dan akan selalu mendukungmu. Bisa jadi dari banyaknya teman-temanmu hanya sedikit saja yang benar-benar menganggapmu teman.
Seseorang itu butuh jatuh untuk tahu siapa yang akan mengulurkan tangannya. Seseorang itu butuh terpuruk untuk tau siapa yang benar-benar peduli kepadanya.
Anda akan tahu siapa yang benar-benar ada untukmu ketika anda melihat siapa pertama kali yang datang disaat semua orang pergi
Seseorang berkata pada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, sahabat Rasulullah SAW “Ya Ali kulihat sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu?, Sayyidina Ali menjawab “Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah.”
Ada sahabat yang setia kepada kita ketika kita sedang senang, bahagia, sukses dan naik daun, tapi ketika kita sedang tertimpa musibah mereka pergi menjauh semua.
Ketika kamu berada di titik paling rendah dalam hidup, sahabatmu gak ragu mengulurkan tangan supaya kamu bangkit kembali. Begitupun sebaliknya, saat dia senang, kamu turut merasa bahagia untuknya
Persahabatan bukan tentang harta dan kekuasaan, tetapi persahabatan adalah tentang kebersamaan dan kesetiaan. Persahabatan tidak pernah diajarkan di sekolah, Persahabatan punya arti yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dalam persahabatan kita bisa belajar banyak. Sebegitu pentingnya, sampai legenda tinju Muhammad Ali berpendapat bahwa bila kita tak tahu arti persahabatan, maka sebenarnya kita belum mengerti esensi hidup ini.
Seorang penulis asal amerika, Robert Bloch menuliskan “Persahabatan ibarat ngompol di celana. Semua orang bisa melihatnya, tapi hanya kamu yang bisa merasakan kehangatan di dalamnya”.
Selain itu politisi asal Amerika mengungkapkan,”Hadiah terbesar dalam hidup ini adalah persahabatan. Dan aku telah mendapatkannya.”
Itulah sahabat yang tetap setia kepada kita dalam suka dan duka, merekalah sahabat sejati.
Tetaplah rendah hati tanpa memandang orang sebelah mata. Ingatlah, “satu tangan yang menyambutmu saat terluka lebih baik daripada seribu tangan yang menyambutmu saat bahagia”. Ribuan tepuk tangan hanya kebahagiaan sementara, dan ingatlah nyamuk bisa mati karna tepuk tangan.
Maka jika kita sudah mengetahui hakikatnnya dalam berkawan atau berlawan. maka kita akan lebih bijak.
Seperti salah satu hadits Rasul SAW. Bahwa “cintailah sesuatu sekedarnya saja karena sesuatu yang dicinta pasti akan di benci, dan bencilah sesuatu sekedarnya pula karena sesungguhnya sesuatu yang dibenci pasti akan di cinta”. (*/oki)






