Kamis, 4 Juni 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home BISNIS

Opium dan Heroin Afghanistan, Sumber Uang Taliban

kepri online
20 Agustus 2021
di BISNIS, WISATA KEPRI
0
Opium dan Heroin Afghanistan, Sumber Uang Taliban

Bunga poppy, bahan baku opium yang banyak tumbuh di Afghanistan. Foto: Anne Chaon/AFP

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL, BISNIS – Kembalinya kekuasaan Taliban atas Afghanistan memungkinkan kelompok tersebut tak hanya menguasai politik tetapi juga hasil tanah Afghanistan yang menggiurkan, yakni opium dan heroin.

Amerika Serikat (AS) menghabiskan lebih dari USD 8 miliar selama 15 tahun dalam upaya memberantas perdagangan opium dan heroin Afghanistan. Segala cara mereka lakukan dari pemberantasan opium, serangan udara, hingga penggerebekan di laboratorium yang dicurigai. Namun strategi itu gagal.

Baca Juga

Pembekuan Sementara Perdagangan Akibat Penurunan IHSG

Pembekuan Sementara Perdagangan Akibat Penurunan IHSG

29 Januari 2026
27
Berdiri Selama 25 Tahun Pasar Modal Syariah Indonesia Sudah Membanggakan

Obligasi Indonesia di Tengah Dinamika Pasar Global

18 November 2025
30

Ketika AS mengakhiri perang terpanjangnya, Afghanistan tetap menjadi pemasok opium ilegal terbesar di dunia dan tampaknya akan tetap demikian setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul.

Kehancuran yang meluas selama perang, jutaan orang terusir dari rumahnya, pemotongan bantuan asing, dan berbagai kerugian memicu krisis ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan. Hal ini banyak warga Afghanistan yang miskin bergantung pada perdagangan narkotika untuk bertahan hidup.

Ketergantungan itu mengancam akan membawa lebih banyak ketidakstabilan ketika Taliban, kelompok bersenjata lainnya, panglima perang etnis, dan pejabat publik yang korup bersaing mendapatkan keuntungan dan kekuasaan atas hasil narkoba di tanah tersebut.

Beberapa pejabat PBB dan AS khawatir jatuhnya Afghanistan ke dalam kekacauan menciptakan kondisi untuk produksi opium ilegal yang lebih tinggi dan berpotensi memberi keuntungan bagi Taliban.

“Taliban mengandalkan perdagangan opium Afghanistan sebagai salah satu sumber pendapatan utama mereka. Lebih banyak produksi, membuat harga obat-obatan menjadi lebih murah dan lebih menarik, dan karenanya aksesibilitasnya pun lebih luas,” kata Cesar Gudes, UN Office of Drugs and Crime (UNODC) Kabul seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/8/2021).

Produksi berlimpah

Petani Afghanistan mempertimbangkan banyak sekali faktor dalam memutuskan berapa banyak opium yang akan ditanam. Ini berkisar dari curah hujan tahunan dan harga gandum, tanaman alternatif utama untuk opium, hingga harga opium, dan heroin dunia.

Namun, bahkan selama kekeringan dan kekurangan gandum, ketika harga gandum meroket, para petani Afghanistan telah menanam opium dan mengekstrak adonan opium yang disuling menjadi morfin dan heroin. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang memasang panel surya buatan China untuk memberi daya pada sumur air dalam guna memproduksi obat-obatan ilegal.

Menurut UNODC, produksi opium di Afghanistan merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Bahkan ketika pandemi COVID-19 berkecamuk, penanaman opium melonjak 37% tahun lalu.

“Narkotika gelap adalah ‘industri terbesar’ di negara itu kecuali untuk perang,” kata Barnett Rubin, mantan penasihat Departemen Luar Negeri di Afghanistan.

UNODC melaporkan, perkiraan produksi opium tertinggi sepanjang masa ditetapkan pada tahun 2017 sebesar 9.900 ton atau senilai USD 1,4 miliar dalam penjualan oleh petani atau sekitar 7% dari PDB Afghanistan.

Ketika nilai obat-obatan untuk ekspor dan konsumsi lokal diperhitungkan, bersama dengan bahan kimia prekursor yang diimpor, UNODC memperkirakan keseluruhan ekonomi opiat ilegal negara itu di tahun tersebut sebanyak USD 6,6 miliar.

Para ahli menyebutkan, Taliban dan para pejabat publik korup Afghanistan telah lama terlibat dalam perdagangan narkotika. PBB berpendapat bahwa Taliban terlibat dalam semua aspek, mulai dari penanaman opium, ekstraksi opium, dan perdagangan hingga menuntut ‘pajak’ dari petani dan laboratorium obat-obatan hingga membebankan biaya penyelundup untuk pengiriman menuju Afrika, Eropa, Kanada, Rusia, Timur Tengah, dan bagian lain di Asia.

Pejabat PBB melaporkan bahwa Taliban kemungkinan memperoleh lebih dari USD 400 juta antara 2018 dan 2019 dari perdagangan narkoba. Sedangkan laporan Special Inspector General for Afghanistan (SIGAR) AS Mei 2021 mengutip seorang pejabat AS, memperkirakan bahwa Taliban memperoleh hingga 60% dari pendapatan tahunan mereka dari narkotika gelap.

(Sumber: detik.com)

Tags: AfghanistanHeroinOpiumSumber Pendapatan TalibanSumber Uang Taliban
Sebelumnya

Taliban Eksekusi Mati Bekas Pemimpin ISIS yang Dipenjara di Kabul

Berikutnya

Bea dan Cukai Kota Batam Berhasil Amankan Rokok dan Miras

Berita Terkait

Pembekuan Sementara Perdagangan Akibat Penurunan IHSG
BISNIS

Pembekuan Sementara Perdagangan Akibat Penurunan IHSG

29 Januari 2026
27
Berdiri Selama 25 Tahun Pasar Modal Syariah Indonesia Sudah Membanggakan
BISNIS

Obligasi Indonesia di Tengah Dinamika Pasar Global

18 November 2025
30
Afri Wanita yang Jatuh Bangun Kembangkan Usaha Ternak Ayam
ADVETORIAL

Afri Wanita yang Jatuh Bangun Kembangkan Usaha Ternak Ayam

17 November 2025
36

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Dugaan Perselingkuhan Melibatkan Kepala Daerah Bintan, Ayu Aulia Kembali Berkicau

    Dugaan Perselingkuhan Melibatkan Kepala Daerah Bintan, Ayu Aulia Kembali Berkicau

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Carolein Parewang Terduga Kasus Penipuan Mobil Retal, Diduga Bebas Gunakan Handphone dari Dalam Tahanan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pelabuhan Ahmad Batam Jadi Sorotan, GIAS Desak Bea Cukai Ungkap Dugaan Aktivitas Ilegal

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Bupati Iskandarsyah Lantik Dirut Baru PT Pelabuhan Karimun, Targetkan Lompatan Kinerja BUMD

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • CFD Coastal Area Karimun Disulap Jadi Ikon Wisata Baru, UMKM dan Komunitas Diajak Berkembang

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Imigrasi Kepri Perkuat Kerja Sama Pengawasan Perbatasan dengan ICA Singapura

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • GIAS Soroti Dugaan Aktivitas Bongkar Muat Ilegal di Kawasan Galangan Kapal Batam, Minta Aparat Bertindak Tegas

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Nekat Curi Kusen Aluminium di Siang Hari, Pria di Karimun Diamankan Warga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polres Karimun Gelar Patroli KRYD Malam Takbiran, 11 Motor Diamankan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Investor Belanda Tawarkan Proyek PLTS di Karimun, Bupati Siapkan Lahan 10 Hektare

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.