Keprionline.co.id, Batam – Kantor para pelaku kejahatan Love Scamming yang terletak di kawasan Simpang Kara, Batam Kota, Kota Batam terlihat sepi, dan masih ada garis police line disekitar pintu gerbang Kantor.
Pantauan media dilapangan terlihat situasi sekitar kantor sangat sepi tidak ada aktivitas apa-apa, dan gerbang tertutp rapat-rapat, gedung menyerupai ruko ini terlihat tertutup dan tidak ada aktifitas terlihat.
Pengakuan pedagang disekitar bangunan, selama ini kami mengangap gedung itu kosong karena memang gak ada yang beraktifitas, dan kami terkejut sat melihat ada police line disana, dan banyak polisi datang karena tempat ini dijadikan aktifitas kriminal, Sementara gedung ini baru dilakukan renovasi sekitar dua minggu yang lalu, kata Siti, Kamis ( 31/08/2023).
Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Asep Safrudin mengatakan, Ditkrimsus Polda Kepri berkerjasama Div Hubinter, dan Ministry Police Of Public Security Of China berhasil mengungkap kasus tindak pidana kejahatan internasional (transnasional Crime) dengan modus Love Scamming.
“Sebanyak 88 orang WNA asal Cina yang berhasil diamankan. Mereka diringkus kerena telah melakukan kejahatan internasional. Adapun korban nya merupakan WNA asal Cina juga,” ungkapnya pada saat konfrensi pers di Mapolda Kepri, pada Rabu (30/08).
Ia menjelaskan, pengungkapan tersebut bermula adanya informasi yang didapat dari Div Hubinter Polri yang berkoordinasi bersama Kepolisian China (Ministry Police Of Public Security Of China).
“Melalui joint operation Ditreskrimsus bersinergi antar Div Hubinter, dan Ministry Police Of Public Security Of China, sehingga kasus transnasional Crime ini dapat terungkap,” jelas Brigjen Pol Asep ( Gordon ).






