keprionline.co.id , Karimun – Komandan Angkatan laut Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung melakukan kegiatan bakhti Sosial dan Komunikasi Sosial dalam rangka pembinaan masyarakat nelayan sehingga terjalin hubungan senergitas antara Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) dengan masyarakat nelayan binaan yang dilakukan di Gedung Sri Baiduri Kecamatan Moro , Jum’at ( 9 / 12 ) .
Komandan Angkatan laut Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung dalam sambutanya mengatakan , ” sesuai dengan Konvensi Hukum Laut Internasional (Unclos 82), negara kita secara sah telah diakui sebagai negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia dengan dua pertiga wilayahnya adalah laut. Kekayaan laut turut memberikan kontribusi yang besar dan terus meningkat terhadap upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, untuk itu guna mendukung upaya tersebut, tentunya perlu sinergitas antara pemerintah sektor terkait dengan pelaku usaha kelautan termasuk nelayan tangkap.
Dalam silaturhmi ini perlu saya sampaikan kepada seluruh nelayan yang ada di wilayah Karimun supaya dalam melakukan aktivitasnya nelayan jangan merusak rambu – rambu pelayaran , Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove, Menjaga keamanan dan keselamatan di laut , Jangan melakukan kegiatan illegal atau dimanfaatkan oleh orang lain untuk melakukan giat illegal , Menjalin komunikasi dan sinergitas dengan aparat dan melaporkan kepada kami kalau nelayan menemukan tindakan kejahataan di laut , kata Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung .
Camat Moro , M. Fidias mengatakan , ” Nelayan perlu menjalin komunikasi dengan TNI AL khususnya karena ada hubungan kerja yang sangat erat , Saya akui kadang nelayan bingung melaporkan suatu tindakan kejahatan yang mereka temukan di laut , Jadi dengan adanya jalin komunikasi seperti ini tentu nelayan sudah tahu melaporkan suatu kejahatan yang ditemukan di laut , kata M. Fidias .
Dalam kegiatan bakhti Sosial dan Komunikasi Sosial Komandan Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun juga memberikan life jackat kepada nelayan dan kegiatan ini dihadiri oleh Camat Moro , Wakapolsek Moro dan 88 nelayan . ( Red / KO – jhon’s dolok saribu / KRM ) .





