
KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Banyak Kalangan pengusaha Batam yang mengeluhkan hambatan dalam menjalankan usaha. Mulai dari proses birokrasi perizinan yang lamban hingga birokrasi yang berbelit di BP Batam. Ungkap Ketua Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Tohom Sinaga kepada keprionline, Jumat (12/03/2021).
“Hapuskan saja sistim aplikasi perjinan di BP Batam, kalau masih menggunakan sistim klik pimpinan. Sangat di sayangkan sistim aplikasi yang baik ini menjadi sistim terburuk dalam proses pengurusan perijinan di BP Batam” ujarnya.
Sebaiknya kembali saja seperti semula yang menggunakan sistim manual. Artinya semua dokumen di jalankan dari satu meja ke meja lain.
“Parah sekali sekarang semua dokumen ujung-ujungnya harus di klik pimpinan, ucap Tohom
Sambungnya, Klik pimpinan ini sangat meresahkan kalangan dunia usaha saat ini, akibatnya banyak terhambat segala dokumen perijinan di BP Batam. Saat ini segala urusan dokumen di BP Batam harus menunggu klik pimpinan, kalau tidak di klik pimpinan segala dokumen tidak akan berjalan dan tidak terproses.
“Benahi lah sistim perijinan investasi yang mudah dan efesien, tidak berbelit-belit seperti sekarang ini segala urusan harus klik ke pimpinan”. Tegasnya
Kalau segala urusan investasi dan perijinan harus klik ke pimpinan berarti para pejabat di BP Batam sama saja dengan boneka. Ucap tegas Tohom
Sebagai contoh sekarang yang paling buruk kita lihat, pengurusan dokumen lahan di BP Batam, hampir setiap hari terjadi kekecewaan masyarakat di lantai 2 tersebut.
Akibat buruknya pelayanan sistim dokumen hak atas tanah. Padahal secara aturan sesuai Perka kepala BP Batam segala urusan lahan akan di selesaikan dalam tempo dua Minggu clear, atau 5 hari kerja dokumen lahan clear, baik itu gabung PL dan pecah PL dan penerbitan faktur WTO, Namun apa yang terjadi saat ini, segala urusan bisa memakan waktu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, ini harus yang dibenahi. Imbuhnya
“Yang lebih parah lagi saat ini ada kata ‘belum di klik pimpinan’. Maksudnya apa itu belum di klik pimpinan, apa memang segala perijinan ditangani sama HM Rudi, jadi apa tupoksi, Deputi, Direktur dan staf di bagian masing-masing.Patutlah segala urusan di BP Batam saat ini sangat memperhatikan”, cetusnya.
“Teman saya bercerita segala dokumen pengurusan perijinan investasinya sudah lengkap namun saat ini terganjal akibat belum di klik pimpinan. Untuk itu saya minta Ketua BP Batam HM. Rudi membenahi sistim tersebut, agar iklim investasi berjalan dengan baik di Kota Batam”. Terangnya
Disinggungnya, HM Rudi sebagai ex Officio untuk berfikir membangkitkan pertumbuhan ekonomi di Kota Batam yang semakin terpuruk. Jangan berpikir untuk maju menjadi Calon Gubernur Kepri di 2024, dilantik saja belum, berikan kontribusi terbaik buat ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk akibat pandemi ini. Hentikan dulu gairah politik.
“Dan benahilah sistem klik pimpinan, Kalau tidak dihapus para investor sepertinya takut berinvestasi di Kota Batam karna terkendala sistem yang berbelit-belit. Tutup Tohom (Oki)






