KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Sebuah penelitian oleh lembaga medis terkemuka mengklaim bahwa seseorang yang sebelumnya telah terinfeksi virus corona dan sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi terhadap serangan Virus Corona Varian Delta.
Penelitian dilakukan oleh Departemen Bedah Saraf, Dewan Penelitian Medis India (Indian Council of Medical Research atau ICMR), Institut Virologi Nasional dan Rumah Sakit Komando (Komando Selatan) dan Sekolah Tinggi Kedokteran Angkatan Bersenjata Pune.
“Vaksinasi yang sebelumnya dilakukan akan meringankan gejala penyakit dari infeksi virus selanjutnya. Hal ini memberikan bukti bahwa respon imun humoral dan seluler berperan penting dalam kekebalan tubuh”, kata Penelitian tersebut.
Penelitian ini dievaluasi berdasarkan sistem kekebalan dari 5 kategori individu yang berbeda, diantaranya:
1. Orang yang menerima satu suntikan vaksin.
2. Orang yang menerima dua suntikan vaksin.
3. Pasien yang sembuh covid-19 hanya dengan satu suntikan vaksin.
4. Pasien yang sembuh covid-19 dengan 2 suntikan vaksin.
5. Kasus terobosan, orang yang terinfeksi setelah mendapat satu atau dua dosis suntikan vaksin.
Berdasarkan Penelitian, “Generasi sebelumnya akan bermutasi menjadi generasi baru B.1.617.1 (Kappa), B.1.617.2 (Delta) dan B.1.617.3. Ternyata, Varian Delta perlahan akan mendominasi varian lainnya. Dengan hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan generasi baru virus corona ini sebagai varian yang perlu dikhawatirkan”.
Vaksin covid-19 awalnya dirancang untuk melawan varian pertama virus corona. Namun, kini virus tersebut telah bermutasi sendiri sehingga dapat menurunkan tingkat kemanjuran vaksin.
“Upaya para ilmuwan di seluruh dunia untuk menciptakan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif telah membuahkan hasil, yaitu menghasilkan ketersediaan 18 jenis vaksin yang telah menerima Izin Penggunaan Darurat. Vaksin yang tersedia untuk melawan SARS-CoV-2, tingkat kemanjurannya mulai dari 51% hingga 94% terhadap strain asli D614G dalam uji klinis fase 3″, klaim Penelitian tersebut.
“Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2 melibatkan aktivasi imun bawaan dan respons spesifik antigen dari sel B dan T. Khususnya, pertanyaan tentang terbebasnya imun dengan senyawa organik yang mudah menguap seperti yang baru muncul pada individu yang divaksinasi masih dipelajari lebih lanjut. Tingkat kemanjuran AZD1222, yang dilaporkan 70% di Inggris dan Brasil, hanya mencapai 22% di Afrika Selatan,” tambahnya. (Sumber: english.jagran.com /MM)






