KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Seorang janda dua anak pada awalnya antusias berpacaran dengan pria berondong.
Akan tetapi, lambat laun tabiat sang pria psikopat yang sebenarnya mulai terkuak. Tidak hanya dimanipulasi, wanita ini juga dianiaya sampai nyaris meninggal dunia.
Dilansir oleh Mirror, Minggu (27/03/2022), Emma Cranston jadi korban penganiayaan pacarnya, George Arathoon, pada bulan Februari 2018.
Wanita berumur 39 tahun ini harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter lantaran kondisinya sekarat dan hampir meninggal dunia.
George Artahoon diberikan hukuman 5 tahun penjara atas kejahatan tersebut
Setelah sekian lama diam, Emma akhirnya memberanikan diri untuk membocorkan hubungan toxic yang Ia harus hadapi selama berpacaran dengan George.
Semua berawal ketika George pindah ke rumah yang berdekatan dengan tempat tinggal Emma di Chesire, Inggris, pada tahun 2010.
“George umurnya 10 tahun lebih muda dariku, kita berteman dengan cepat. Dia orangnya sangat lucu dan mempesona,” ujar Emma.
Tak lama lama kemudian, mereka resmi berpacaran. Keduanya memutuskan untuk tinggal dalam satu rumah pada tahun 2013.
Sejak saat itu, rumah tangga mereka mulai dipenuhi dengan kekerasan.
“Tiap kali (ada pertikaian) dia berhasil meyakinkan kalau itu adalah salahku, Ia bilang aku sama buruknya dengan dia.
“Aku mulai berpikir bahwa membela diri sendiri adalah sebuah kesalahan. Aku jadi tidak bisa hidup tanpanya,” lanjut Emma.
Ke manapun Ia pergi, Emma selalu bersamaan dengan George. Wanita malang itu tak pernah lagi bertemu dengan teman-temannya.
“Aku nggak diperbolehkan pakai make-up atau bersolek. Pada akhirnya, aku pun menyerah. Aku tidak sanggup lagi, lebih baik bersikap seperti apa yang Ia minta,” ungkap Emma.
George bahkan memaksa Emma untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pegawai call centre. Dia tak mau Emma berinteraksi dengan pria lain.
Semua ini berlangsung selama bertahun-tahun.
“Aku selalu hidup dalam ketakutan,” kata Emma.
Puncak tragedi hubungan mereka terjadi pada awal Februari 2018.
George melakukan sesuatu yang membuat Emma nyaris meninggal dunia.
“Malam itu kami baru selesai kencan, aku sedang mengemudikan mobil untuk kembali ke rumah.
“Aku menaikkan volume musik dalam mobil, dan itu memicu amarah George,” ungkap Emma, mengenang momen tersebut.
Hanya karena alasan itu, George menganiaya Emma sehingga menyebabkan luka yang sangat parah. Emma mengalami patah tulang rusuk dan paru-paru bocor.
Hal ini menyebabkan penggumpalan darah pada rongga dada wanita tersebut. Saking gentingnya situasi, Emma harus dilarikan rumah sakit menggunakan helikoper.
Dokter juga menemukan sejumlah luka dan retak tulang lain yang disebabkan oleh penganiayaan George selama ini.
Mereka memberitahu Emma bahwa dirinya berisiko kena serangan jantung dan sangat beruntung dapat tetap hidup.
Meskipu begitu, Emma tak juga melaporkan George ke polisi. Barulah pada tanggal 14 Februari 2018, Ia memberanikan diri untuk mencari keadilan.
Sekarang, George Arathoon diberi hukuman 5 tahun penjara. Emma Cranston menggunakan pengalamannya untuk membantu wanita lain dalam kondisi serupa.
Ia telah membentuk support group ‘Love Don’t Hurt’ dan mendedikasikan waktunya untuk menyebarkan kesadaran mengenai kekerasan dalam rumah tangga. (SUMBER: TRIBUN-MEDAN.com).






