Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Aksi Penyelewengan BBM Solar di sejumlah SPBU di Tanjungpinang kembali marak. Antrian mobil di sejumlah SPBU “mengular” hingga satu kilo meter.
Parahnya, dalam pengisian BBM ini, ternyata sejumlah sopir melakukan secara berulang-ulang, dengan menggunakan kartu fuel card my pertamina yang berbeda-beda.
Sementara pihak operator SPBU tetap melayani, karena jika BBM tidak diisi Oknum Sopir yang diduga oknum aparat itu mengancam pihak operator.
Kondisi penyelewengan BBM solar bersubsidi ini, terungkap dalam Rapat Koordinasi pemerintah kota Tanjungpinang dengan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Wali Kota Tanjungpinang Senin (16/10/2023).
Pada rapat yang dipimpin Pj.Wali Kota Tanjungpinang ini, Sekretaris Daerah kota Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan, Operator SPBU mengaku tidak dapat mencegah tindakan pengemudi yang menggunakan kendaraan yang sama dengan nomor fuel card berbeda.
“Karena ada pengancaman dari oknum pengemudi dengan dalih mereka telah menggunakan Fuel card my pertamina,” ujar Zulhidayat saat dikonfirmasi, Selasa (17/10/2023)
Sedangkan mengenai pendistribusian BBM jenis Solar, Sekdako Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan, kondisi kuota dan transisi penggunaan Fuel card ke my pertamina terpenuhi hingga akhir tahun.
Namun demikian system penggunaan kartu fuel card ke my pertamina banyak didapati digunakan oleh banyak pengemudi untuk mengisi BBM Solar ke Mobil yang sama.
“Atas hal ini Pertamina menyatakan tugas pengawasan pendistribusian BBM di pihak Pertamina adalah BPH Migas yang dapat bekerja sama dengan tim keamanan (TNI dan Polri) untuk meminimalisir adanya pelangsir,” jelas Zulhidayat.
Atas Kondisi ini, Pj.Wali Kota Hasan Sos juga meminta sinergitas antar lembaga dan kolaborasi bersama terkait dengan permasalahan dugaan penyelewengan BBM solar di Tanjungpinang itu.
“Atas nama pemerintah, saya tentu Mengharapkan Pemilu 2024 dapat berjalan lancar, aman dan damai demikian juga dengan Penyaluran BBM Solar ini,” ujarnya. (Red)






