Kamis, 15 Oktober 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home KEPRI TANJUNGPINANG

DPRD Kepri Minta Pengelolaan Sampah di Kota Batam Harus Menggunakan Moetode Baru

Redaksi
12 November 2025
di KEPRI TANJUNGPINANG
0
DPRD Kepri Minta Pengelolaan Sampah di Kota Batam Harus Menggunakan Moetode Baru

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin. ( Foto Dok / Popy ).

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Keprionline.co.id, Kepri – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta Pemko Batam untuk serius melakukan pengelolaan sampah di Kota Batam, Kondisi sampah sudah berada pada fase darurat dan membutuhkan langkah konkret serta kebijakan menyeluruh agar Batam tidak tenggelam dalam krisis lingkungan, ujar Wahyu kepada media saat dikonfirmasi, Rabu ( 12/11/2025).

“Persoalan tumpukan sampah di beberapa titik Kota Batam memang sudah mendesak. Langkah konkret yang harus dilakukan Pemerintah Kota Batam antara lain memperkuat sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah agar tidak menumpuk di TPS atau pinggir jalan, serta mengoptimalkan pemilahan sampah dari sumber,” ujar Wahyu.

Baca Juga

Dukungan Program BSPS Untuk Suku Laut Mencapai 3.724 Unit Rumah

Dukungan Program BSPS Untuk Suku Laut Mencapai 3.724 Unit Rumah

6 Oktober 2026
45
Panjang Jalan Provinsi Kepri Mencapai 620 KM

Panjang Jalan Provinsi Kepri Mencapai 620 KM

6 Oktober 2026
38

Wahyu juga menilai bahwa pengelolaan sampah di Batam perlu bertransformasi dari pola lama “buang ke TPA” menjadi “olah sebelum TPA”. Ia menekankan pentingnya pembangunan fasilitas pemilahan dan daur ulang di tingkat kecamatan serta penerapan teknologi waste to energy agar sampah tidak hanya ditimbun, tetapi juga bernilai ekonomis. Wahyu mengungkapkan bahwa volume sampah di Batam meningkat seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri.

Namun, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada kini sudah hampir atau bahkan melewati batas ideal. “Kita sudah berada di fase darurat tata kelola sampah, bukan sekadar isu kebersihan biasa. Penumpukan di TPA bisa menimbulkan pencemaran air, udara, hingga risiko kesehatan bagi warga sekitar,” jelasnya.

Ia mendorong agar Pemerintah Kota Batam segera membangun TPA baru dengan sistem sanitary landfill yang memenuhi standar lingkungan, sekaligus mempertimbangkan teknologi pembakaran terkendali atau waste to energy. Selain itu, rehabilitasi TPA lama melalui konsep landfill mining juga menjadi solusi untuk menambah kapasitas dan mengurangi emisi gas metana.

Sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri, Wahyu menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebijakan dan dukungan nyata di tingkat provinsi. Ia menegaskan perlunya Rencana Induk Pengelolaan Sampah Provinsi Kepri agar arah pembangunan fasilitas antar daerah lebih terkoordinasi dan efisien.

“Kami akan mendorong sinkronisasi program antara Pemprov Kepri dan Pemko Batam agar tidak tumpang tindih, sekaligus memperjuangkan dukungan anggaran dan investasi, termasuk membuka peluang kerja sama KPBU,” katanya.

Selain pendanaan daerah, Wahyu juga menilai pentingnya memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) lingkungan dari pemerintah pusat untuk membangun fasilitas pengolahan modern seperti Material Recovery Facility (MRF) atau Waste to Energy Plant. Ia juga mendorong pengelolaan regional lintas daerah, agar persoalan sampah tidak ditangani per kota, tetapi secara terpadu.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Batam belum sepenuhnya berjalan sesuai konsep kota modern. Masih ada persoalan klasik seperti tumpukan sampah di beberapa titik, kapasitas TPA yang terbatas, serta sistem pemilahan dan pengolahan yang belum optimal.

“Karena itu, saya melihat perlu ada pembenahan menyeluruh, baik dari sisi manajemen, teknologi, maupun partisipasi masyarakat. Jika ini dilakukan secara konsisten, saya yakin Batam bisa benar-benar menjadi kota modern yang bersih, tertib, dan berwawasan lingkungan,” tegasnya.

Wahyu juga menilai bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sangat diperlukan. Persoalan sampah di Batam sudah bersifat regional – volumenya besar, lahan TPA terbatas, dan dampaknya meluas hingga ke wilayah pesisir dan laut.

“Perlu ada sinergi dalam perencanaan, pendanaan, dan pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Provinsi bisa berperan dalam mendukung pendanaan, penyediaan teknologi, maupun kebijakan pengelolaan sampah lintas daerah. Dengan kolaborasi yang terarah, saya yakin kita bisa mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efisien, berkelanjutan, dan sejalan dengan cita-cita menjadikan Batam dan Kepri sebagai kawasan modern yang bersih dan ramah lingkungan,” ujar Wahyu.

Ia juga menilai Batam memiliki potensi besar untuk menerapkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy. Volume sampah di Batam cukup tinggi dan stabil, sementara infrastrukturnya relatif siap sebagai kota industri modern.

“Teknologi ini tidak hanya menyelesaikan persoalan tumpukan sampah, tapi juga bisa menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia usaha. Namun tentu penerapannya harus direncanakan dengan matang – mulai dari pendanaan, pemilahan sampah dari sumber, hingga kesiapan regulasi dan SDM,” jelasnya.

“Persoalan sampah ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Untuk Pemerintah Kota Batam, saya mengimbau agar terus memperkuat sistem pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan di sumber, pengangkutan, hingga pengolahan modern seperti waste to energy. Untuk masyarakat, mari kita mulai dari hal kecil, seperti memilah sampah rumah tangga, membiasakan gaya hidup ramah lingkungan, dan aktif mendukung program pemerintah. Jika semua pihak bersinergi, saya yakin Batam bisa menjadi kota modern yang bersih, tertib, dan berkelanjutan bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk generasi mendatang,” tutupnya. ( Gordon ).

Sebelumnya

Nelayan Temukan Mayat Terapung di Perairan Singkep Selatan

Berikutnya

Natuna Memiliki Potensi Penghasil dan Penyupalai Sapi Regional

Berita Terkait

Dukungan Program BSPS Untuk Suku Laut Mencapai 3.724 Unit Rumah
KEPRI TANJUNGPINANG

Dukungan Program BSPS Untuk Suku Laut Mencapai 3.724 Unit Rumah

6 Oktober 2026
45
Panjang Jalan Provinsi Kepri Mencapai 620 KM
KEPRI TANJUNGPINANG

Panjang Jalan Provinsi Kepri Mencapai 620 KM

6 Oktober 2026
38
KJRI Johor Bahru Fasilitasi Kepulangan 87 WNI dan PMI dari Malaysia
KEPRI TANJUNGPINANG

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Kepulangan 87 WNI dan PMI dari Malaysia

6 Oktober 2026
28

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kepala Desa Jang Minta Wartawan Inisial R Lakukan Klarifikasi Beberapa Pemberitaan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT AAP Serahkan Beda Rumah dan Bantuan Paket Sembako ke Warga Teluk Lekup

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dukungan Program BSPS Untuk Suku Laut Mencapai 3.724 Unit Rumah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pelaku Pemerasan Meminta Maaf Kepada Korban

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sengketa Lahan di Karimun, Iskandar Tio: “Saya Difitnah”, Nama Baik Saya Dicemarkan Oleh Nia Wulandari Bagus Selaku Direktur Utama

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Panjang Jalan Provinsi Kepri Mencapai 620 KM

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.