KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG ~ Ratusan mahasiswa Umrah kembali menggelar demo di depan Rektorat Umrah hari ini, Selasa pagi, (20/02/2018).
Sambil melakukan aksi bakar ban, mahasiswa kembali menuntut transparansi anggaran yang dikelola Rektorat yang terindikasi kuat penuh dengan korupsi.
“Kami menuntut transparansi dan kejelasan anggaran yang dikelola Rektorat. Jika hari ini permintaan kami tidak dipenuhi, maka kami akan bersatu untuk menduduki rektorat. Rektorat sudah tidak kami percayai lagi,” kata orator melalui pengeras suara.
Mahasiswa menilai bahwa aksi mereka kali ini tetap tidak digubris rektorat, maka mahasiswa pun melakukan aksi dorong dengan aparat keamanan kampus dan resimen mahasiswa (menwa). Kericuhan pun tak dapat dihindari. Sempat terjadi aksi saling pukul antara mahasiswa dengan pihak aparat keamanan kampus. Sejumlah mahasiswa dan pihak keamana kampus banyak yang terjatuh.
Melihat situasi yang dianggap kurang kondusif ini, ratusan aparat kepolisian dari satuan Sabhara dan Ton Raimas (Pengurai Massa) dari Polres Tanjungpinang pun memasuki kawasan kampus dan mengamankan beberapa mahasiswa untuk dibawa ke dalam gedung rektorat.
Mahasiswa pun dihalau keluar dari lokasi rektorat dengan water cannon dan tembakan gas air mata. Mahasiswa pun membubarkan diri.
Sementara itu beberapa mahasiswa yang sempat diamankan oleh aparat kepolisian dipertemukan dengan pihak rektorat. Kedua belah pihak pun berdialog.
Sejumlah mahasiswa dan pihak keamanan kampus mengalami luka benjol akibat kericuhan ini. Beberapa pot bunga yang berada di depan rektorat hancur dan dinding depan rektorat kotor terkena lemparan lumpur.
Hingga berita ini dilansir, aparat kepolisian masih berjaga-jaga di depan rektorat Umrah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG)





