Rabu, 22 Juli 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

China Tangkap Dokter-Dokter yang Ambil Organ Tubuh Korban Kecelakaan

Kepri online
28 November 2020
di SERBA - SERBI
0
China Tangkap Dokter-Dokter yang Ambil Organ Tubuh Korban Kecelakaan

Sumber DetikNews

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE CO.ID,NASIONAL-Sebanyak enam orang, termasuk beberapa dokter, dijebloskan oleh aparat China ke dalam penjara akibat mengambil organ-organ tubuh dari para korban kecelakaan secara ilegal, demikian dilaporkan media setempat.Komplotan itu disebut telah menipu para keluarga korban yang menyangka organ-organ tubuh tersebut diambil untuk disumbangkan secara resmi.
Pada periode 2017 hingga 2018, komplotan itu telah mengambil liver dan ginjal dari 11 orang di sebuah rumah sakit di Provinsi Anhui.

Sebagaimana dilaporkan media setempat, jaringan pencuri organ tubuh itu mencakup empat dokter senior yang bertugas mencari organ tubuh di sejumlah rumah sakit.
Kasus Sri Rabitah: Pencurian organ tubuh TKI bukan yang pertama kalinya,Cangkok ginjal secara ilegal, belasan orang di Cina dipenjara,Menguak pasar gelap organ donor di China.

Baca Juga

Bus Pariwisata Rombongan Jemaat Gereja Terguling di Pantai Melur Barelang, Diduga Akibat Rem Blong

Ansar dan BPKP Kepri Satu Visi, Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel

20 Juni 2026
9
Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan

Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan

3 Juni 2026
44

Bagaimana modus kejahatannya?

Modus kejahatan mereka adalah mengincar korban kecelakaan mobil atau pasien yang mengalami pendarahan otak di Rumah Sakit Rakyat Wilayah Huaiyuan di Anhui.
Kepala unit perawatan intensif rumah sakit tersebut, Yang Suxun, berperan mendekati keluarga korban dan menanyakan kesediaan mereka untuk menyumbangkan organ tubuh sang korban.
Keluarga korban kemudian menandatangani formulir persetujuan yang belakangan diketahui palsu.
Korban lantas dibawa keluar rumah sakit pada tengah malam, dan dimasukkan ke dalam sebuah mobil minibus yang sengaja dibuat mirip ambulans. Di mobil itulah, para dokter mengambil organ tubuh korban.
Organ-organ tubuh ini lalu dijual kepada individu atau rumah sakit lain yang sudah dihubungi anggota komplotan secara rahasia, demikian menurut laporan media.
Hal ini terjadi ketika China mengalami kekurangan organ tubuh untuk transplantasi tubuh sehingga kewalahan memenuhi permintaan melalui mekanisme sumbangan organ tubuh dari pendonor secara legal dan sukarela.

Selama bertahun-tahun China mengambil organ tubuh dari napi-napi yang dieksekusi mati demi memenuhi permintaan organ tubuh, praktik yang dikecam masyarakat internasional. (AFP)
Skema kejahatan komplotan ini terbongkar ketika putra salah seorang korban menaruh curiga.
Beberapa bulan setelah kematian ibunya pada 2018, Shi Xianglin memeriksa ulang dokumen-dokumen yang diterima keluarga saat mereka menyetujui menyumbang organ tubuh.
Shi menemukan beberapa kejanggalan termasuk kolom kosong pada formulir persetujuan.
Dia kemudian menemukan bahwa tidak ada catatan sumbangan organ tubuh ibunya yang terekam pemerintah provinsi atau Pusat Administrasi Sumbangan Organ China di Beijing.
Kepada media Dazhongwang, dia lantas bertanya kepada Yang Suxun perihal itu.
Tiba-tiba Shi ditawari uang dalam jumlah besar untuk “tetap bungkam”.
“Saat itulah saya yakin ada sesuatu yang sangat aneh,” kata Shi.
Dia langsung memberitahu aparat mengenai kejadian yang dialaminya.
Keenam pria yang terlibat jaringan pengambil organ tubuh itu divonis bersalah pada Juli lalu atas kejahatan “secara sengaja menghancurkan jenazah-jenazah”.
Kasus ini baru mengemuka sekarang setelah Shi berbicara kepada media.
Selama bertahun-tahun China mengambil organ tubuh dari napi-napi yang dieksekusi mati demi memenuhi permintaan organ tubuh, praktik yang dikecam masyarakat internasional.
Praktik itu resmi dihentikan pada 2015, namun para pejabat mengatakan saat itu akan sulit menjamin kepatuhan.
Negara itu kini mengandalkan donasi publik untuk mengisi bank organ tubuh nasional.
Jumlah pendonor di China meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Sebagai contoh, di China terdapat 4,4 donasi per satu juta orang, sementara di Spanyol terdapat 49 sumbangan per satu juta orang.
Pada 2015, BBC melaporkan pasar gelap organ tubuh yang penjualnya memperdagangkan anggota tubuh secara online.(Sumber DetikNews)

Tags: AmbilChinaDokter-dokterKecelakaanKorbanOrganTangkapTubuhyang
Sebelumnya

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air

Berikutnya

Guna Membentuk Karakter yang Religi, TNI AD Dampingi Remaja Kristen Moro Saat Belajar Kelompok Dirumah

Berita Terkait

Bus Pariwisata Rombongan Jemaat Gereja Terguling di Pantai Melur Barelang, Diduga Akibat Rem Blong
SERBA - SERBI

Ansar dan BPKP Kepri Satu Visi, Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel

20 Juni 2026
9
Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan
SERBA - SERBI

Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan

3 Juni 2026
44
GAMKI Batam Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Keadilan Ekologi dan Nasib Masyarakat Adat Papua
BATAM

GAMKI Batam Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Keadilan Ekologi dan Nasib Masyarakat Adat Papua

17 Mei 2026
45

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • TNI AL Gagalkan Penyeludupan Pasir Timah Seberat 1,9 Ton, Lima  Orang Diamankan

    TNI AL Gagalkan Penyeludupan Pasir Timah Seberat 1,9 Ton, Lima Orang Diamankan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemprov Kepri Gelar Nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 di Taman Gurindam

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Gubernur Ansar Ajukan Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Perkuat Tata Kelola Aset Kepri

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemprov Kepri Dorong Percepatan Penanganan 207 Titik Blankspot, BNPP Siap Tindak Lanjuti

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Carolein Parewang Terdakwa Kasus Penggelapan Mobil Rental Pukul Ponsel Wartawan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemprov Kepri Fasilitasi Kepulangan Dua Nelayan Bintan Usai Jalani Proses Hukum di Malaysia

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Perjuangan Seorang Ibu Sampai ke Mahkamah Agung, Berharap Negara Buka Mata Berikan Keadilan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pimpin Kamis Bersih, Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Jadikan Gotong Royong sebagai Budaya

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.