Keprionline.co.id, KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Hal itu ditandai dengan pengukuhan Kepengurusan Forum Anak Kabupaten Karimun Periode 2025–2027 oleh Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, di Gedung Nilam Sari, Kamis (25/6/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan anak-anak di Kabupaten Karimun memiliki wadah yang aktif, representatif, dan sah dalam menyampaikan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah hingga masa kepengurusan berakhir pada Juni 2027.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa Forum Anak memiliki peran penting sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam pemenuhan hak serta perlindungan khusus anak.
“Pengukuhan pengurus Forum Anak periode 2025–2027 ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis agar anak-anak di Kabupaten Karimun memiliki ruang untuk menyuarakan hak-haknya,” ujar Iskandarsyah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi yang tertuang dalam dokumen “Suara Anak Indonesia Tahun 2026” yang disusun oleh perwakilan anak, yakni Winayra Athifa, Fendy Wang, dan Farah Fiorenza. Menurutnya, berbagai masukan tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Karimun akan menindaklanjuti sejumlah kebutuhan anak, mulai dari pemenuhan identitas kependudukan, penguatan program gizi keluarga, hingga penyediaan ruang bermain yang ramah anak.
“Kami telah mendengar dan mencatat seluruh aspirasi anak-anak. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjutinya agar Kabupaten Karimun semakin layak, aman, dan nyaman bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, fasilitator anak, dan Forum Anak, Pemkab Karimun berharap suara anak dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Dengan dukungan regulasi yang kuat, Forum Anak Kabupaten Karimun diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara generasi muda dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan ramah anak. (Gordon)






