Keprionline.co.id, Karimun – Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan, pemerintah terus mendorong agar Bandara Raja Haji Abdullah bisa terus berkembang menjadi transportasi utama bagi masyarakat Karimun.
Hal ini disampaikan Bupati Karimun Iskandarsyah didampingi
Kepala Bandar Udara Raja Haji Abdullah (RHA) M. Subiat Wiranata Kusumah
usai menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Senin (24/11/2025).
“Hari ini kita menggelar FGD yang dihadiri oleh Ketua Tim Tranportasi Udara, Ibu Ervina serta dari perwakilan maskapai. Kita sudah mendengar paparan dari beberapa maskapai seperti Lion Air Grup, Citilink dan Tirta Air Jet, saat ini bagaimana kita mengoptimalkan bandara yang sudah kita bangun,” ucap Iskandarsyah.
Bupati juga menyampaikan, pengembangan Bandara RHA adalah untuk mendorong perekonomian Karimun agar semakin maju dan berkembang. Menurutnya, selama ini Bandara RHA sudah ter-connecting antara Pekanbaru ke Karimun dan juga Karimun ke Dabo Singkep dengan flight dua kali sepekan, terangnya.
Lebih lanjut kata Iskandarsyah. Kedepannya, Pemkab Karimun akan terus mendorong lagi untuk membuka jalur Batam ke Pekanbaru dengan singgah ke Karimun atau rute baru Pekanbaru ke Tanjungpinang via Karimun.
“Bnadara RHA ini yang akan kita dorong sehingga memberikan akses transportasi yang mudah dan efisien bagi masyarakat Karimun,”ujarnya.
Alhamdulillah, kita sudah merevisi Sertipikat Bandar Udara (SBU) untuk pengembangan penerbangan dengan menggunakan ATR 72. Insyaallah, itu sudah aman. Jadi, kita bisa mengoperasikan penerbangan dengan menggunakan pesawat ATR 72 dari dan ke Bandara Raja Haji Abdullah ini,” ujar M. Subiat Wiranata Kusumah.
Sementara itu, Kepala Bandar Udara Raja Haji Abdullah (RHA) M. Subiat Wiranata Kusumah menjelaskan bahwa
saat ini Bandara Raja Haji Abdullah memiliki panjang landasan pacu (runway) 1.700 meter sehingga sudah dapat didarati pesawat ATR 72.
“Alhamdulillah, kita sudah merevisi Sertipikat Bandar Udara (SBU) untuk pengembangan penerbangan dengan menggunakan ATR 72. Insyaallah, itu sudah aman. Jadi, kita bisa mengoperasikan penerbangan dengan menggunakan pesawat ATR 72 dari dan ke Bandara Raja Haji Abdullah ini,” ujanya.
Runway-nya sekarang total 1.700 m, kalau untuk jenis pesawat ATR sudah sangat mumpuni,” sambungnya.
Subiat menjelaskan saat ini upaya dilakukan untuk mengoptimalisasi eksistensi bandara RHA. Menurutnya, proses pengembangan bandara itu ada jangka pendek, menengah dan panjang, tuturnya.
“Untuk jangka pendek kita ini mau mengoptimalisasi eksistensi bandara. Sekarang bandara itu panjangnya 1.700 dan dengan eksistensi 1.700 type pesawat apa yang bisa dioperasikan. Yang penting bandaranya berkembang, masyarakat bisa menikmati akan manfaat transportasi maka kita gunakan ATR 72,” jelasnya.
“Berikutnya nanti saat pengembangan bandara lebih lanjut sampai dengan panjang landasan pacu 2.000 atau 2.200 meter maka akan kita masukkan pesawat yang lebih besar, type Airbus ataupun Boing bisa mendarat di bandara RHA,”pungkasnya.






