Selasa, 21 April 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home WISATA KEPRI

Aksi Brutal Oknum Polisi Tembak Mati Ibu Dan Anak Karena Bermain Boga

kepri online
22 Oktober 2021
di WISATA KEPRI
0
Aksi Brutal Oknum Polisi Tembak Mati Ibu Dan Anak Karena Bermain Boga

FOTO ISTIMEWA

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE CO.ID, INTERNASIONAL –  Kepolisian Nasional Filipina (PNP) berjanji akan menyelesaikan kasus oknum polisi yang menembak mati seorang ibu dan anaknya dalam tempo 30 hari, hal itu disampaikan oleh Layanan Urusan Dalam Negeri Kepolisian Nasional Filipina, Selasa (22/12/2020).

Kasus oknum polisi bernama Jonel Nuezca yang menembak mati seorang ibu dan putranya, yang tak lain juga tetangganya menjadi viral di media sosial, aksi tersebut menunjukkan Nuezca menembak seorang ibu dan anak lelaki di depan putrinya yang masih kecil.

Baca Juga

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri

4 Agustus 2025
37
Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata

Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata

25 Januari 2025
73

Nuezca mencoba menangkap Frank Gregorio (25), karena bermain meriam bambu yang disebut ‘boga’, keduanya kemudian terlibat adu mulut, yang merembes pada perselisihan lama tentang hak jalan rumah.

Pertikaian hak jalan rumah semakin meninggi, dan berakhir dengan seorang ibu dan anak terkapar di tanah setelah Nuezca menembak kepala mereka dengan pistol, oknum polisi itu kemudian menembaki tubuh yang tidak bergerak itu beberapa kali lagi.

“Jika Nuezca dinyatakan bersalah, dia akan dipecat secara tidak hormat dari kepolisian dan kehilangan semua fasilitas jabatannya”, kata Inspektur polisi Alfegar Triambulo, dikutip dari ABS-CBN News.

Pihaknya akan mempercepat kasus ini karena jika berlarut-larut, keluarga korban akan dirugikan karena tertunda dan ditolak keadilan, lanjutnya pemerintah juga akan menderita kerugian karena Nuezca masih akan menerima gaji karena menurut undang-undang kasus itu masih dalam asas praduga tak bersalah hingga pengadilan menyatakan bersalah.

“Kami akan mencoba menyelesaikan kasus ini dalam 30 hari, saya sedang dalam perjalanan ke Tarlac untuk memantau kasus ini secara pribadi,” ujarnya.

Triambulo mengatakan tayangan video Nuezca yang menembak Sonya Gregorio (52), dan putranya Frank Anthony Gregorio (25), Minggu sore ( 20/12/2020 ), sangat membantu dalam penyelidikan.

“Video adalah poin besarnya, karena tidak berbohong, seperti yang mereka katakan, gambar atau video itu telah berbicara ribuan kata,” imbuhnya.

Presiden Rodrigo Duterte, Senin (21/12/2020), memerintahkan kepolisian Filipina untuk memastikan Nuezca akan menghadapi hukuman yang pantas diterimanya, sebelumnya CNN Philippines mewartakan, seorang polisi yang bertugas di Paranaque akan menghadapi dua tuduhan pembunuhan.

“Ia dijerat dengan pasal pembunuhan karena menembak mati tetangganya yang tidak bersenjata di Paniqui, Tarlac,” kata pihak berwenang.

Laporan polisi mengatakan Sersan Utama Jonel Nuezca awalnya melarikan diri setelah menembak Sonya Gregorio (52), dan putranya Frank Anthony Gregorio (25), Minggu sore (20/12/2020), sekitar satu jam setelah pelariannya, dia menyerah di kantor polisi Rosales Pangasinan.

Tersangka juga menyerahkan pistol semi-otomatis 9mm, milik Kepolisian Nasional Filipina (PNP) yang digunakan dalam penembakan itu.

Kepala polisi Paniqui, Noriel Rombaoa dalam sebuah wawancara radio mengatakan, kedua pihak terlibat dalam perselisihan hak jalan rumah, tetapi insiden penembakan itu berawal dari permasalahan suara penembakan meriam PVC oleh Anthony Gregorios.

“Tersangka pergi ke sana untuk menghadapi mereka, kemudian masalah hak jalan muncul dan insiden penembakan terjadi,” kata Rombaoa.

Insiden penembakan itu terekam kamera dan videonya kini viral di media sosial.

Nuezca terlihat bersama putrinya yang masih kecil perang adu mulut dengan Frank Anthony, kemudian Sonya datang untuk melerai keduanya.

Dalam perang adu mulut itu, putri Nuezca mengatakan bahwa “ayah saya adalah seorang polisi,”, Sonya menjawab bahwa dia tidak peduli.

Nuezca yang marah mengancam akan membunuh Sonya sebelum menembak langsung ke kepalanya, kemudian menembak Frank Anthony dua kali, sebelum menembaki Sonya sekali lagi yang sudah jatuh ke tanah, putri Nuezca juga menyaksikan pembunuhan tersebut.

Polisi Jonel Nuezca secara resmi ditugaskan di wilayah Paranaque, tetapi sebenarnya dia berasal dari Paniqui.

 

Catatan yang dibagikan oleh kepolisian Filipina menunjukkan bahwa Nuezca menghadapi enam kasus selama 10 tahun terakhir dalam menjalankan tugas karena pelanggaran berat.

Ia juga mengabaikan tugas yang serius, penolakan untuk menjalani tes narkoba, kasus administratif, dan skorsing.

Dua kasus pembunuhan yang melibatkan Nuezca diberhentikan karena “kurangnya bukti substansial.”

Video yang kini viral tersebut memicu kemarahan dan seruan untuk mengakhiri kebrutalan polisi di Filipina.

#StopTheKillings, #JusticeforSonyaGregorio, MY FATHER IS A POLICEMAN, dan #PulisAngTerorista menjadi trending topic teratas Twitter Filipina, Senin ( 21/12/2020 ).

Melansir dari Rappler, seruan untuk keadilan digaungkan oleh warganet negara itu, bahkan juga dari warganet di luar Filipina, dalam kejahatan terbaru ini yang dilakukan oleh oknum petugas polisi, warga yang marah kembali mempertanyakan mandat polisi untuk melindungi masyarakat dari kejahatan.

“Siapa yang Anda hubungi saat polisi membunuh?” tanya warganet Filipina, banyak yang menghubungkan kejahatan tersebut dengan iklim ketakutan dan impunitas di bawah.

“pemerintahan yang berlumuran darah,” menyalahkan Presiden Rodrigo Duterte sendiri.

Tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan memburu rezim Duterte, dan polisi berada di garis depan dalam perang berdarah melawan narkoba.

Sementara itu, juru bicara Kepresidenan, Harry Roque yakin Nuezca tidak akan lolos kali ini karena bukti kuat seperti yang terlihat di video.

Presiden Rodrigo Duterte yang selalu bersumpah akan mendukung polisi, tidak akan melindungi Nuezca karena kejahatan itu dilakukan saat dia tidak bertugas.

“Polisi itu tidak dapat mendapat pembelaan apa pun yang terkait dengan pekerjaannya, ini akan diperlakukan, diadili, diselidiki seperti kasus pembunuhan biasa,” katanya. “Keadilan akan dijalankan karena kami melihat buktinya, presiden tidak akan melindunginya,” sambungnya.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano pun mengutuk insiden itu, ia mengatakan insiden itu adalah kejahatan “terisolasi” yang tidak boleh digunakan untuk mendefinisikan keseluruh pasukan polisi.

“Ini adalah insiden yang tidak menguntungkan tetapi terisolasi, dosa Nuezca bukanlah dosa seluruh Kepolisian Nasional Filipina”, katanya dalam sebuah pernyataan. ( SUMBER : TRIBUN – MEDAN ).

 

Tags: ayah saya adalah seorang polisibermain meriam bambuinsiden penembakanNuezca
Sebelumnya

Akibat Kepanasan Dan Dehidrasi Satu Keluarga Meninggal Dunia

Berikutnya

Kapolres Karimun Minta Bhayangkari Prioritaskan Melakukan Prokes 5M

Berita Terkait

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri
KEPRI TANJUNGPINANG

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri

4 Agustus 2025
37
Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata
WISATA KEPRI

Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata

25 Januari 2025
73
Dewi Aulia Wakili Kepri Ajang Pemilihan Miss Tourism World 2023 di Beijing
BATAM

Dewi Aulia Wakili Kepri Ajang Pemilihan Miss Tourism World 2023 di Beijing

23 September 2023
306

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jetty Teluk Paku Diperbaiki, PT KIC Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Tarik Investor

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mantan Pekerja di Kawasan Industri Batam Bayu Suhendra Klaim Dipecat, Diduga Gara-Gara Melaksanakan Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Telan DAK 9 Milyar Lebih, Ponton Pelabuhan KPK Tanpa Atap

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua DPD Perpat Batam Desak DPRD Panggil Perusahaan Terkait Dugaan PHK Usai Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT TIMAH Bantu Renovasi Gedung Serbaguna Kundur Barat, Warga Kembali Nikmati Fasilitas Multifungsi

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kalahkan Gaji ASN, Gaji Pegawai SPPG Mulai Rp100 Ribu per Hari hingga Rp6,5 Juta

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ratusan WNA China Diduga Bekerja Ilegal di Batam, Perusahaan Klaim Hanya Belasan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • CIC Soroti Oknum Plt. Kadis Kesehatan Lampung Tengah Diduga Gelapkan Dana Kegiatan Layanan Kesehatan UKM dan UKP Miliaran Rupiah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polsek Sekupang Ringkus Pelaku Curanmor, Motor Curian Dipakai Gasak HP di Batam Kota

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.