Keprionline.co.id, BATAM – Nasib naas menimpa rombongan jemaat gereja yang hendak berwisata ke Pantai Melur, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Bus pariwisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di kawasan menuju lokasi wisata tersebut, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Bus Hino dengan nomor polisi BP 7159 EY itu diketahui membawa lebih dari 30 penumpang. Berdasarkan informasi awal, kendaraan diduga mengalami rem blong saat melaju menuju kawasan wisata Pantai Melur. Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman.
“Dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur, bus diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, bus yang melaju dari jalur utama menuju Pantai Melur hendak berbelok ke arah kanan. Namun, karena rem tidak berfungsi, kendaraan terus melaju lurus. Sopir kemudian berupaya mengendalikan kendaraan dengan membanting setir untuk menghindari situasi yang lebih buruk, hingga akhirnya bus terguling di lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, sejumlah penumpang mengalami luka-luka. Tiga orang penumpang bahkan sempat terjepit di dalam badan bus dan harus dievakuasi oleh petugas bersama warga yang berada di sekitar lokasi.
Seluruh korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Awalnya para korban dibawa ke Puskesmas Rempang Cate sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Embung Fatimah dan Rumah Sakit Graha Hermina Batam guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban luka maupun penumpang yang selamat dalam peristiwa tersebut. Polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan dan sistem pengereman bus.
Peristiwa itu sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Pantai Melur. Proses evakuasi kendaraan dan penanganan korban menyebabkan arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat mengalami gangguan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pengelola transportasi wisata untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang. (Oky)






