Keprionline.co.id, KARIMUN – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meresmikan Tambatan Perahu Nelayan di Kelurahan Teluk Umah (Leho), Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Jumat (29/5/2026). Infrastruktur yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat.
Peresmian tambatan perahu ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di daerah kepulauan.
Pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai investasi sebesar Rp319,98 juta. Tambatan perahu memiliki panjang trestle 59,69 meter, lebar 1,5 meter, ketebalan pelat lantai 12 sentimeter, serta dilengkapi platform berbentuk T berukuran 2 x 3 meter.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu melayani sekitar 100 unit kapal perikanan berukuran 1 hingga 5 Gross Ton (GT) yang digunakan nelayan Teluk Umah untuk kegiatan penangkapan ikan menggunakan berbagai alat tangkap seperti jaring tenggiri, pancing, rawai, dan alat tangkap lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan tambatan perahu bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan.
“Fasilitas ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat nelayan. Dengan adanya tambatan perahu yang lebih layak, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan dan mobilitas nelayan akan semakin mudah, aman, dan efisien,” ujarnya.
Ansar menjelaskan, Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan dengan sekitar 98 persen wilayah berupa lautan dan hanya 2 persen daratan. Dari total 2.028 pulau yang dimiliki, sebanyak 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau merupakan pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN.
Menurutnya, kondisi geografis tersebut menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Saat ini terdapat sekitar 72.210 nelayan di Kepulauan Riau yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya.
Ansar juga mengungkapkan bahwa Kepulauan Riau berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang memiliki potensi sumber daya ikan mencapai 1,3 juta ton per tahun, dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 900 ribu ton per tahun.
“Potensi besar ini harus diimbangi dengan penguatan teknologi penangkapan ikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan, serta modernisasi armada perikanan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” katanya.
Khusus di Kabupaten Karimun, sektor perikanan memiliki potensi yang cukup besar dengan jumlah sekitar 14.260 nelayan. Selain itu, terdapat 4.543 unit armada kapal perikanan berukuran di bawah 5 GT dan 583 unit kapal berukuran 6 hingga 30 GT. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2025 tercatat mencapai 55,159 ribu ton.
Potensi tersebut menjadi salah satu dasar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan membangun Tambatan Perahu Nelayan Teluk Umah sebagai sarana pendukung aktivitas nelayan.
Ansar menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan sarana produksi perikanan yang memadai dan memperluas akses ekonomi bagi nelayan.
“Kita ingin nelayan Kepulauan Riau semakin maju, produktif, dan sejahtera. Karena itu, dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan akan terus menjadi perhatian pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Ia berharap tambatan perahu yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Gubernur Kepulauan Riau periode 2016–2021 Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kabupaten Karimun R. Rafiza, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta para nelayan Kelurahan Teluk Umah. (Oki)






