Keprionline.co.id, KARIMUN – Ketua Gapenta Karimun, Maniur Tua Simamora memberikan apresiasi ke Lanal Karimun atas keberhasilan Tim Auick Response Region Naval Command IV Lanal TBK melaksanakan penindakan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI NP) yang berjumlah 14 orang dengan tujuan Pontian menggunakan boat selodang berwarna merah hitam bermesin 200 PK di Perairan Takong Iyu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Keberhasilan merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mencegah pengirman PMI Non Prosedural ke Luar Negeri, Persoalan pengiriman PMI Non Prosedural dari dulu tidak pernah selesai, dan kita meminta Aparat Penegak Hukum ( APH) memberikan hukuman yang berat, ujar Maniur Simamora.
Selain itu Polisi juga harus benar-benar menerapkan pasal dengan hukuman maksimal kepada tersangka pengriman PMI Non Prosedural sesuai dengan Pasal 120 UU Keimigrasian adalah pasal kunci yang menjerat pelaku pengiriman imigran gelap (penyelundupan manusia).
Sesuai dengan pasal 120 UU Keimigrasian sanksi pidana penjara kepada tersangka pengiriman PMI Non Prosedural paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan sanksi pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 dan paling banyak Rp1.500.000.000,00, ujar Maniur Simamora.
Selain itu, Polisi juga bisa menerapkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Pasal 48 ayat 1 Menindak pelaku perdagangan orang yang termasuk dalam kategori pengiriman PMI non-prosedural dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda yang besar.
Selain itu, Gapenta juga meminta Polisi menelusuri dugaan penggunaan narkoba oleh tekong inisial W ( 48 ) Thn, dan Gapenta selalu mendukung kinerja pemerintah untuk mengusut atau memutus matai rantai pengiriman PMI Non Prosedural, ujar Maniur Simamora kepada media, Senin ( 4/5/2026).
Sebelumnya pada hari Minggu, 03 Mei 2026 pukul 01.00 WIB, Tim Auick Response Region Naval Command IV Lanal TBK berhasil melaksanakan penindakan terhadap sebuah boat selodang berwarna merah hitam bermesin 200 PK di Perairan Takong Iyu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada koordinat 1”13’04.5″N 103”26’39.9″E. Penindakan tersebut dilakukan terhadap upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI NP) yang berjumlah 14 orang dengan tujuan Pontian, Malaysia. (Jantua)






