Keprionline.co.id, BATAM – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Batam mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mencopot Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Batam, Hajar Aswad. Desakan ini disampaikan menyusul dugaan kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum petugas Imigrasi terhadap wisatawan mancanegara di pelabuhan internasional Batam.
Wali Kota LIRA Batam, Herry Sembiring, menegaskan bahwa pimpinan instansi tetap harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, terlepas dari proses investigasi internal yang saat ini tengah dilakukan.
“Sebagai pimpinan, Kepala Kantor Imigrasi Batam harus bertanggung jawab. Kami mendesak agar dicopot,” ujarnya.
Menurut Herry, dugaan pemerasan tersebut telah mencoreng citra pariwisata di Batam, bahkan berdampak pada reputasi Indonesia di mata wisatawan asing. Ia menilai lemahnya pengawasan terhadap petugas di lapangan menjadi salah satu penyebab terjadinya praktik tersebut.
Ia menyoroti peran petugas Imigrasi di pintu masuk pelabuhan yang merupakan garda terdepan dalam melayani wisatawan. Posisi tersebut dinilai sangat rawan terhadap penyimpangan, sehingga diperlukan sistem pengawasan yang ketat dan efektif. Namun, menurutnya, Kepala Kantor Imigrasi Batam dinilai gagal menciptakan sistem pengawasan yang mampu mencegah terjadinya dugaan pemerasan oleh oknum petugas.
Selain itu, LIRA Batam juga meminta agar investigasi internal dilakukan secara komprehensif dan transparan. Hasil penyelidikan diharapkan dapat diumumkan secara terbuka kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami ingin investigasi dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya diumumkan secara transparan agar masyarakat tahu dan percaya bahwa kasus ini ditangani dengan serius,” tambahnya.
Herry menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga berharap proses investigasi dapat segera rampung agar tidak berdampak luas terhadap sektor pariwisata, khususnya di Batam yang menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Indonesia.
Menurutnya, wisatawan asal Singapura merupakan salah satu penyumbang terbesar kunjungan ke Batam. Oleh karena itu, kepercayaan wisatawan perlu segera dipulihkan agar sektor pariwisata tetap terjaga. (Oky).






