Keprionline.co.id, Kepri – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwiata Provinsi Kepulauan Riau atas suksesnya kegiatan pergelaran Internasional Art and Culture 2025 yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.
” Kegiatan ini telah mempromisikan kebudayaan melayu kepada seluruh dunia dan daerah – daerah yang ada di Indonesia, dan bukan hanya itu melalui kegiatan ini sektor ekomomi melalui Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Ansar kepada media, Senin ( 01/12/2025).
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan festival yang kali ini mencapai skala terbesar sejak pertama digelar.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan selama lima hari berhasil melibatkan ribuan pelaku seni dan ratusan pelaku UMKM.
“Selama lima hari penyelenggaraan, total ada 1.200 orang yang terlibat dalam berbagai pentas seni, dengan melibatkan 71 sanggar dari seluruh Kepri,” kata Hasan.
Animo pengunjung dalam 5 hari pergelaran Internasional Art and Culture 2025 ini melampaui ekspektasi.
“Kunjungan masyarakat selama lima hari mencapai 170 ribu orang. Ini menunjukkan betapa besar minat publik terhadap festival budaya bertaraf internasional seperti ini,” ujarnya.
Hasan juga mengungkapkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, festival ini juga menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal bagi Kota Tanjungpinang.
“Sebanyak 280 UMKM berpartisipasi, dan rata-rata pendapatan kotor mereka sekitar Rp3,5 juta per hari. Perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp8 miliar,” jelas Hasan.
Di sela acara Gubernur Ansar mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau dan para wisatawan yang telah ikut meramaikan Kepri International Art & Culture 2025 selama lima hari penuh.
“Kehadiran dan partisipasi masyarakat membuktikan bahwa Kepri adalah rumah besar bagi keberagaman budaya dunia,” kata Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar juga berharap festival internasional ini dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Kita ingin Kepri semakin dikenal dunia sebagai pusat budaya maritim dan persinggahan berbagai bangsa. Festival ini akan terus kita perbesar agar menjadi agenda unggulan internasional setiap tahun,” tegasnya. ( Gordon ).






