Keprionline.co.id, Lingga – Sudirman remaja berusia 14 Tahun di Warga Kelurahan Dabo Lama, harus merasakan hidup dipasung. Kaki remaja ini terpaksa dirantai oleh orang tuanya karena kondisi emosi yang tidak stabil. Sudirman kerap mengamuk merusak rumah dan barang barang yang dilihatnya. Untuk mencegah agar Sudirman tidak melukai orang Lain, pasangan Syahrudin dan Sumirah dengan berat hati merantai Sudirman.
“Sekitar tiga bulan yang lalu, ia (Sudirman) diberi minum 8 butir obat batuk jenis Maxtril dicampur dengan minuman panther. Akibatnya, emosi Sudirman tidak terkontrol dan merusak rumah. Kami kuatir Sudirman akan melukai orang lain, hingga kami putuskan untuk merantainya,” kata Syahrudin, Jumat (28/06/2024).
Selama tiga bulan tidak ada perubahan positif emosi Sudirman, hingga Syahrudin dan Sumirah belum dapat melepaskan rantai yang membelenggunya. Untuk membawa Sudirman kedua orang tuanya tidak memiliki anggaran yang cukup.
“Hingga saat ini, baru orang dari Puskesmas yang datang untuk melihat dan memberi obat. Namun kondisi Sudirman tidak menunjukkan hasil,” sebutnya.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membawa Sudirman berobat ke rumah sakit yang menanggani kejiwaan Sudirman. Bila terus dibiarkan dikuatirkan kondisi kejiwaannya akan terus memburuk dan akan sulit untuk disembuhkan.
“Sudirman ada anak pertama dari dua anak yang kami miliki. Saya hanya sebagai pemotong getah dan ibunya bekerja di kantin sebuah tempat usaha. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sulit, apalagi membawanya berobat,” lirih Syahrudin.
Ditempat yang sama, mantan anggota DPRD Lingga, Rudi Purwonugroho, meminta Pemkab Lingga melalui OPD terkait cepat tanggap untuk memberikan solusi kepada Sudirman. Tidak ada alasan keterbatasan anggaran hingga membiarkan Sudirman tetap di rantai.
“Saya dengar Dinas Sosial sebagai OPD terkait tidak dapat menanggapi karena tidak adanya anggaran. Ini alasan yang tidak masuk akal. Sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dalam kasus ini. Kalau berniat ingin memberikan solusi pasti ada jalan keluar yang dapat diberikan,” sebut Rudi.
Selain menuturkan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk peduli dan memperhatikan masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan. Selama ini yang terjadi malah terlihat lebih peduli Ormas dan LSM untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sering melihat Ormas maupun LSM meminta ukuran tangan dijalankan untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan. Kemana peran pemerintah daerah. Bupati Lingga seharusnya melakukan evaluasi terhadap pejabat pejabat yang tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,” papar Rudi.
Rudi juga berharap kasus Sudirman ini menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah untuk lebih fokus memberikan sosialisasi terhadap penting peran orang tua dalam memantau pergaulan anak anaknya hingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pantauan media ini, meski dapat diajak berbicara, namun kondisi kejiwaan Sudirman terlihat tidak normal. Sudirman kerap melamun dengan pandangan yang kosong. Sesekali ia menanggis ketika ditanyakan kepeduliannya pada orang tua.
Selain itu kondisi rumah pasangan Syahrudin dan Sumarni ini juga terlihat jauh dari kata layak. Selama ini, pasangan ini tidak pernah mendapatkan bantuan bedah rumah agar dapat layak huni. ( Sapparuddin ).






