Keprionline.co.id, Karimun – Yang dikhawatirkan terkait ketidakpatuhan masyarakat bermain layang-layang di Jaringan Tegangan Menengah (JTM) milik PLN, akhirnya terjadi.
Tangan seorang bocah di Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Senin (23/10/2023) sore, terbakar. Penyebabnya, saat bermain layang-layang di area JTM, benangnya tersangkut di JTM.
“Ada benang layangan nyangkut di jaringan JTM. Kami juga dapat info dari warga begitu (tangan si anak terbakar, red). Saat petugas kami cek ke lokasi, petugas kami tak dapat menemui si anak itu,” jelas Roni Candra, Spv Teknik PLN ULP Tanjungbalai Karimun melalui sambungan telepon, Selasa (24/10/2023).
Roni Candra mengatakan, meski tidak menemui si korban atau anak tersebut, namun dari hasil investigasinya, jaringan kabel yang terlilit benang layangan itu terlihat ada bekas terbakar.
Dikatakannya, PLN ULP Tanjung Balai Karimun sudah sering melakukan sosialisasi dan edukasi terkait potensi bahaya listrik kepada masyarakat.
Salah satu untuk menghindari bermain layang-layang di dekatb jaringan listrik.
Lanjutnya, layangan yang menyangkut di jaringan dapat menyebabkan pasokan listrik menjadi terganggu, dan juga bisa jadi sebagai penyebab listrik padam.
“Sisa benang layang-layang yang tersangkut dapat mengalirkan listrik atau tersetrum,” tambah Roni. (Jnt)






