Keprionline.co.id, Nasional – Heboh video sejumlah Cleaning Service mengamuk dihalaman RSUD Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Jumat (06/10/2023).
Tak hanya mengamuk, sejumlah Cleaning Service juga membuang sampah dihalaman RSUD Piru, SBB.
Berdasarkan keterangan unggahan, amukan sejumlah Cleaning Service terjadi karena gaji mereka selama enam bulan tidak dibayar RSUD Piru.
Sementara dalam video yang diunggah, terlihat puluhan karung dan kantong berisikan sampah dibuang berserakan di depan ruangan sejumlah kantor.
Dalam video itu juga, memperlihatkan seorang petugas Cleaning Service tampak meluapkan emosinya ketika dihimbau untuk jangan membuang sampah di depan UGD.
Mince Lesnussa yang bekerja sebagai CS sejak 2013 mengungkapkan, sudah 10 tahun dirinya telah bekerja sebagai CS di RSUD-Piru namun baru tahun ini dirinya mendapatkan persoalan penunggakan gaji seperti saat ini.
Bahkan lebih parahnya lagi, menurut informasi yang diterima kata Lesnussa, para CS akan mendapatkan gaji hanya sebesar Rp.700.000 dari Rp.1.000.000 yang selama ini diterima.
“Kasiang eeee, katong ini cuma dapa gaji Rp.1.000.000 kenapa masih kasih kurang lagi jadi Rp.700.000, katong ini setiap hari harus angkat sampah medis, cuci sprei bekas orang melahirkan dan operasi, bahkan ada yang lebih jijik dari itu. Tapi kenapa Pemda harus potong gaji lagi”, ungkap Lesnussa.
Lesnussa bahkan berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar jika dalam waktu dekat Pemda belum membayar gaji mereka selama 7 bulan terakhir.
Sementara itu, Direktur RSUD-Piru yang ingin dikonfirmasi media ini tidak berada diruang kerjanya, namun kendaraan yang digunakan masih terparkir didepan ruang kerjanya. Menurut salah satu staf, Direktur sementara keluar menggunakan motor.
“Pak Dirut ada keluar pakai motor”, ujar staf Direktur.
Perlu diketahui, jumlah Cleaning Servis pada RSUD-Piru sebanyak 20 orang. Para Cleaning Servis telah menerima gaji selama tiga bulan dengan besaran Rp. 1.000.000.






