Keprionline.co.id, Karimun – Salah satu warga Pulau Karimun anak, Abu Monong mengatakan, kalau jiwa dan ragaku untuk indonesia dan tanah airku, Dari kecil sampai saya tua dan punya cucu sudah tinggal di Pulau Karimun anak, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.
“Kami tidak merasa ditermaginalkan oleh pemerintah indonesia, walaupun disini hanya 13 kepala keluarga tetapi Pemerintah selalu datang berkunjung, walaupun hanya sekedar menyapa kami yang tinggal di daerah perbatasan ini.
” Jarak tempuh antara Pulau Karimun Anak dengan Negara Malaysia hanya 45 minet menggunakan pancung, dan Pulau Karimun Anak ke Negara Singapura hanya 1 jam 30 minet, artinya pulau Karimun Anak merupakan pulau perbatasan atara dua negara dan pulau ini harus kami jaga.
” Bersama dengan kepolisian kami siap mengibarkan bendera di tanah Pulau Karimun Anak dalam rangka penyambutan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 78 Tahun, kehadiran Polisi bukti bahwa 54 jiwa penduduk disini berjiwa tanah air indonesia dan menyambut baik kedatangan anggota Polisi dari Posek Tebing, kata Abu Monong.
Kapolsek Tebing AKP M. Djaiz. S.IP mengatakan, Polres Karimun siap melakukan pengibaran bendera merah putih di wilayah perbatasan NKRI termasuk di Pulau karimun anak, Dimana gerakan pembagian dan pengibaran Bendera Merah Putih di Pulau Karimun Anak bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air di tengah-tengah masyarakat, serta mengingatkan akan pentingnya perjuangan kemerdekaan yang telah dicapai,” ujar Kapolsek Tebing AKP M. Djaiz. S.IP kepada keprionline.co.id usai menyerahkan bendera ke warga Karimun anak, Kamis ( 10/08/2023 ). . ( Jantua ).






