Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi di beberapa daerah, termasuk beberapa daerah di Kepulauan Riau, tidak terjadi di Kota Tanjungpinang. Untuk mengatasi permasalahan terjadinya kelangkaan gas bersubsidi tersebut, sejak tahun 2021 Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menerapkan kartu pelanggan gas 3 kilogram yang disebut dengan Puan Molek.
“Alhamdulilah di Tanjungpinang tidak terjadi kelangkaan gas 3 kilogram”, ujar Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP, MM, Kamis (27/7).
Sejak tahun 2021, Pemko Tanjungpinang memiliki kartu kendali gas yang disebut “Puan Molek”. Pemko Tanjungpinnag bekerjasama dengan Agen dan Pemilik pangkalan untuk mengatasi kelangkaan gas LPG terutama 3 kg.
Sebelum program kartu kendali gas 3 kilogram diterbitkan pemerintah Kota Tanjungpinang, kelangkaan gas juga sering di Kota Tanjungpinang. Namun sejak terbit Puan Molek, distribusi gas 3 kg bersubsidi tepat sasaran, tepat jumlah, dan terjamin ketersediaannya.
“Jadi, hanya masyarakat yang masuk dalam rumah tangga sasaran (RTS) dan usaha mikro (UM) yang boleh membeli gas 3 kg bersubsidi”, ucap Rahma.
Diketahui melalui kartu kendali Puan Molek, masyarakat mampu, usaha rumah makan dan restoran tidak dapat membeli gas LPG 3 kg, pangkalan hanya akan melayani pembeli yang memiliki kartu Puan Molek. (deni)






