Keprionline.co.id , Anambas – Tak hanya di Kecamatan Jemaja, puluhan warga Jemaja, yang hedak melakukan perekaman E-KTP juga dibikin kecewa. Pasalnya, operator tak bisa menggunakan mesin perekam E-KTP karena rusak.
“Kalau ke Tarempa untuk membuat KTP itu besar biayanya bagi masyarakat, apalagi untuk mereka yang menengah ke bawah,” demikian disampaikan Sani salah satu warga Jemaja , (23/11).
Sani juga mengaku kecewa berat dengan proses E-KTP. Menurutnya, program pemerintah pusat itu menyulitkan masyarakat.“Saya dari rumah kan keluar ongkos. Kemarin, saya sudah datang, katanya ada gangguan signal dan sekarang alasannya rusak,” ujarnya
Sani mengungkapkan, apabila ke Tarempa tidak cukup hanya Rp200 atau 300 ribu saja, bisa sampai sejuta, karena selain ongkos masyarakat juga harus menginap di sana.”Tentunya kasian masyarakat harus mengelaurkan dana hampir Rp1 juta hanya untuk membuat KTP,” keluhnya.
Pada kesempatan itu Sani juga menyampaikan, untuk penggunaan dana desa di Kecamatan Jemaja sudah maksimal dan tepat sasaran, bahkan dapat dilihat dari fakta di lapangan tidak ada permasalahan baik itu pencairan maupun pengelolaanya tetapi di harapkan dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat seperti pembuatan E-KTP jangan smapai mempersulit seharusnya bisa mempermudah masyarakat,”Tutupnya ( KO / Red ).





