Minggu, 19 April 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Kisah Scott Alfaz Si Pengidap HIV Kini Lulus S2 di Eropa dan Pendiri Hayvee

kepri online
3 Desember 2021
di SERBA - SERBI
0
Kisah Scott Alfaz Si Pengidap HIV Kini Lulus S2 di Eropa dan Pendiri Hayvee

foto istimewa

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Seorang pria pengidap HIV yang sukses kuliah S2 di Eropa tengah viral di media sosial. Video yang di unggah dari VoA Indonesia, menceritakan tentang seseorang pengidap HIV Positif yang lulus S2 di Belanda dan kini sukses menjadi ceo di perusahaanya sendiri.

Tahun 2017 Scott mendapatkan beasiswa S2 Hukum Kriminal Global di Gonigen, Belanda.

Baca Juga

Pengamat Sosial Batam Menduga Ada Permintaan Upeti DiBalik Penyeludupan 73 Kontainer

Aksi OTT, KPK Tangkap Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Batam

5 Februari 2026
32
PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

12 November 2025
22

Penyakit yang ia diderita membuat motivasi dalam dirinya, “lu harus bisa, lu harus bisa berangkat studi keluar negeri”, kalau seandainya suatu hari ada yang tahu gue hiv positif terus mereka membully gue (pendidikan) gue jadikan senjata, ujarnya dalam unggahan video tersebut.

Scott didiagnosis positif HIV ada tahun 2012, dimana dia masih mahasiswa S1 di salah satu universitas di Yogyakarta.

Scott menceritakan kehidupan dia yang dulu melakukan seks dan jarum suntik, Scott tahu dirinya pengidap HIV Positif bermula dari PMI tolak donor darahnya.

Mengetahui Kenyataan bahwa Scott mengidap HIV ini bahkan menjadi luka batinnya hingga sekarang.

“Gue gak bakalan bisa kuliah, gue ga bisa nikah dan punya anak, bakal mati besok“, tuturnya dalam video tersebut. Namun lama-kelamaan Scott mulai bisa menerima keadaan tersebut.

Kini setelah sekitar 10 tahun positif HIV realita tak seperti yang ia takutkan selama ini, yang terpenting dia harus bisa menjaga Viral Load atau jumlah virus yang ada dalam tubuh tetap undetectable.

Di tempat terpisah dr. esti yang bekerja di salah satu klinik kesehatan reproduksi dan seksual, angsamerah menjelaskan Undectectable adalah virusnya tidak terdeteksi lagi di dalam darah atau yang tak dapat dideteksi mesin atau alat pemeriksa.

Orang dengan HIV Undectecable tak bisa lagi menulari ke pasanganya, ke bayinya kalau dia sedang hamil, ujar esti.

Untuk mencapai HIV Undectecable yakni penderita dengan rutin mengkomsusmsi Antiretroviral ( ARV ), obat ini harus di minum secara teratur tidak boleh telat bahkan bolong bolong ujar dokter Esti.

Obat ARV cegah virus HIV bereplikasi, obat ARV bermacam-macam variasi ada yang di minum sekali dalam sehari bahkan ada juga yang diminum 2 kali dalam sehari dalam bentuk kombinasi.

Semua obat ARV merupakan subsidi pemerintah alias gratis ungkap dokter Esti

Dokter Esti menerangkan pasien dengan ARV teratur mempunyai kualitas hidup bagus karena sistem kekebalannya di bentuk lagi, yang menyebabkan virus yang ada dalam tubuh sipenderita makin lama makin sedikit bahkan tidak gampang sakit, jadi orang yang tidak gampang sakit harapan hidupnya panjang sama dengan orang yang tidak terinfeksi HIV.

Impian Scott pun ingin berkontibusi untuk komunitasnya, setiba pulang dari sekolah S2 di Belanda, ia mendirikan sebuah platform digital bernama HayVee. Hayvee merupakan ruang aman bagi penderita untuk ngobrolin isu kesehatan seksual atau mental.

Ia dan teman teman hayvee menggarap film pendek terkait kesadaran soal HIV/AIDS yang terdiri dari 50 orang didalamnya bahkan hampir semuanya negatif HIV.

Scott ingin menunjukkan ke tim bahkan ke publik bahwa teman teman yang positif dan negatif masih bisa interaksi bareng di kerjaan, bahkan di lingkungan sosial.

“Awalnya banget juga tahunya kalau berpegangan tangan atau saling berdekatan itu bakal tertular HIV tenyata tidak”, ujar shahnaz salah satu anggota Hayvee.

Lewat media sosial (Medsos), Scott dan tim sebarkan informasi soal HIV, kesehatan sosial dan mental agar publik tak salah kaprah seperti yang dialami scott saat awal didiagnosis HIV.

Kalau ada orang yang mau diskriminasi, bully gue, gue ga peduli, lu uda ngelakuin apa? lu uda kontribusi belum ke masyarakat?, walaupon gue HIV positif, gue bangga dengan kontribusi gue, ungkap Scott menghakiri. (SUMBER: VOA INDONESIA).

Tags: hayVeeHIV Undectecablepengidap HIV Positifpengidap HIV Positif yang lulus S2 di BelandaScott Alfaz
Sebelumnya

ODGJ Habisi Nyawa 5 Korban Sekaligus, Anak Korban Pembunuhan Di OKU Trauma Berat

Berikutnya

45 Siswa SPN Polda Kepri Diktukba Polri Laksanakan Latja Di Polres Karimun

Berita Terkait

Pengamat Sosial Batam Menduga Ada Permintaan Upeti DiBalik Penyeludupan 73 Kontainer
SERBA - SERBI

Aksi OTT, KPK Tangkap Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Batam

5 Februari 2026
32
PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi
SERBA - SERBI

PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

12 November 2025
22
Puluhan WBP Dinyatakan Lolos Tes Urine
SERBA - SERBI

Puluhan WBP Dinyatakan Lolos Tes Urine

6 November 2025
21

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jetty Teluk Paku Diperbaiki, PT KIC Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Tarik Investor

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mantan Pekerja di Kawasan Industri Batam Bayu Suhendra Klaim Dipecat, Diduga Gara-Gara Melaksanakan Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Telan DAK 9 Milyar Lebih, Ponton Pelabuhan KPK Tanpa Atap

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua DPD Perpat Batam Desak DPRD Panggil Perusahaan Terkait Dugaan PHK Usai Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kalahkan Gaji ASN, Gaji Pegawai SPPG Mulai Rp100 Ribu per Hari hingga Rp6,5 Juta

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ratusan WNA China Diduga Bekerja Ilegal di Batam, Perusahaan Klaim Hanya Belasan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabrakan Maut di Batu Ampar Batam, Dua Pengendara Tewas di Tempat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kerusakan Mesin, Dua Nelayan Asal Karimun Hanyut Perairan Kukup Malaysia

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 15 Game Membangun Kota Terbaik di Hp Android

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.