KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Tokoh Pemuda Kota Batam, Kadarisman mengatakan Banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Batam mengeluhkan dengan perpanjangan penerapan jam malam yang diberlakukan oleh pemerintah Kota Batam, alhasil omzet mereka merosot drastis
Menurutnya, kondisi perekonomian warga mulai terganggu dengan adanya beberapa langkah ketat Pemko Batam, yang membatasi jam operasional hingga pukul 20.00 WIB, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19.
Oleh karena itu, kebijakan pembatasan sosial oleh Pemda harus diikuti dengan kebijakan jaring pengaman sosial. Perlu juga dicatat dampak krisis Covid-19 mengakibatkan kejahatan meningkat. Yang perlu diikuti dengan kewaspadaan sosial,” paparnya.
“Tujuan perpanjangan PPKM berbasis mikro yang dikeluarkan Pemko Batam mungkin bagus, namun banyak timbul pertanyaan di benak saya, apakah langkah ini efektif bagi laju perekonomian terutama para PKL, ini yang harus dipikirkan juga”.
Sehingga dampak dari perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Pembatasan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro ini dipastikan berimbas pada banyak sektor kehidupan tak terkecuali lapisan masyarakat bawah terutama para Pedagang Kaki Lima ( PKL).
Alhasil membuat laju perputaran perekonomian para PKL semakin berat, tingkat pendapatan melemah yang mempengaruhi beberapa indikator penopang ekonomi buat keluarga.
“Biaya hidup semakin sulit. jika terus dibiarkan akan menimbulkan gejolak, yang akhirnya memicu keresahan sosial,”, cetusnya
Bagaimana tidak memicu keresahan, salah seorang pedagang makanan mengatakan “sudah sangat sepi pembeli, jika begini terus gimana kita mau cari nafkah untuk keluarga? apa pemerintah mau bantu?”, paparnya.
“Jika dicerna apakah Covid 19 hanya aktif pada pukul 20.00 keatas, sehingga dibatasi kegiatan sampai waktu yang telah ditentukan tersebut”. Ujarnya
Dan apakah di tempat yang di batasi dan atau di tutup sudah di lakukan kajian bahwa lokasi tersebut telah terjadi atau merupakan wilayah pandemi masal.
Artinya penerapan jam malam dinilai kurang efektif. Karena hanya memindahkan kerumunan di waktu yang lain. virus corona (Covid-19) tidak hanya ada saat malam hari saja.
Oleh sebab itu, Pemda Jangan panik dengan mengambil tindakan-tindakan pencitraan yang dinilai kurang efektif, dan sangat memukul ekonomi masyarakat di Kota Batam, dengan penutupan dan pembatasan tempat usaha.” janganlah membredel usaha masyarakat yang kini sudah terpuruk akibat pandemi yang berkepanjangan”. Ungkap Kadarisman
Inilah yang menjadi PR besar bagi Pemerintah Daerah, forum FKPD dan tim gugus daerah, bagaimana solusi terbaik terhadap para PKl di Kota Batam? Dan apakah langkah perpanjangan PPKM berbasis Mikro ini efektif bagi laju perekonomian terutama para PKL?.
Disinilah kemampuan berpikir kita dituntut guna mencari solusi, semoga ada pakar-pakar dan para ahli diantaranya ekonom, sosiolog, serta pakar sosial di Kota Batam yang berkeinginan menyumbangkan ide konstruktif untuk Kota Batam tercinta ini. Terangnya
Di sisi lain menurut mantan Ketua KNPI Kota Batam ini, kenyataannya bahwa Negara tetangga Singapura yang berdekatan dengan Kota Batam, dapat mengubah kurva dampak penyebaran Covid-19 menjadi lebih landai tanpa harus memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas kembali. Perubahan kurva itu yang harus dicontoh, sehingga laju ekonomi dapat berjalan dengan semestinya.
Kadarisman berharap, kegiatan ekonomi kalau bisa berjalan dengan normal serta menerapkan 5M. Sebab kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah sangat sulit bertahan hidup di tengah-tengah pandemi ini.
“Saya kira pemberlakuan jam malam bukan solusi, fokus pada persoalan utama dalam menekan penyebaran Covid 19, dengan menjalankan 5M dan Vaksinasi. Tutupnya. (Oki)






