
KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Ketua Umum Forum Kepimpinan Mahasiswa (FKM) Kepri, Edo Andrean meminta pihak PT.Wiraraja harus bisa membuktikan terhadap publik terkait pernyataan yang diduga mencatut nama seorang Mentri dan nama Jendral pada saat petugas Gakkum KLHK mendatangi lokasi kegiatan cut n fill yang di lakukan oleh PT Wiraraja.
Kedatangan petugas Gakkum guna memasang plang penghentian kegiatan cut n fill oleh PT Wiraraja disekitar KPLI-B3 Kabil.
“Kami dari FKM menyanggal keras percakapan di video yang beredar antara petugas penegakan hukum (Gakkum) KLHK dengan salah seorang dari PT Wiraraja melalui via handpone, karna FKM meyakini tidak mungkin nama luhut, yang kami duga atas nama Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan seorang jendral mau memback up pengusaha ilegel pemerkosa lingkungan”. Tegas Edo.
Pernyataan yg mencatut nama mentri dan nama Jendral oleh pihak PT Wiraraja diketahui dari video yang beredar di group Whatsaap.
Sambung Edo, FKM mendesak pihak penegak hukum untuk segera mengusut tuntas banjir di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kabil, Batam, Kepulauan Riau.
Banjir di KPLI jangan di anggap enteng, karna sangat berbahaya buat masyarakat Kota Batam. Kondisi ini sudah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya Beracun pasal 14.
Aktivitas pematangan lahan tersebut harus didalami secara hukum. Aparat hukum tak perlu gentar siapapun yang berada di balik perusahaan PT Wiraraja”. Tegas Edo.
Kami dari Forum Kepemimpinan Mahasiswa Kepulauan Riau akan terus mengawal dan menyoroti permasalahan banjir di KPLI ini dan penyebabnya. Ungkap Edo.
Semenjak banjir yang menggenangi KPLI B3 Kabil, KPLHI, Pemerhati Lingkungan, dan Mahasiswa angkat bicara ke media yang mengungkapkan kegiatan cut n fill yang dilakukan PT Wiraraja di sekitar lokasi KPLI menjadi penyebab banjir di KPLI.
Pernyataan yang diduga mencatut nama seorang Mentri dan nama Jendral oleh pihak PT Wiraraja diketahui dari video yang beredar di group Whatsaap. Ucap Edo.
Sebelumnya dalam video yang beredar di group Whatsaap tersebut tampak petugas dari Gakkum KLHK sedang berbicara dengan salah seorang dari pihak PT Wiraraja, yang pada intinya orang dalam pembicaraan tersebut menyarankan petugas dari Gakkum untuk menghubungi salah seorang Jendral dan dari pembicaraan tersebut terdengar nama Luhut.
Saat dikonfirmasi keprionline dengan petugas Gakkum melalui via whatsaap Sunardi mengatakan kedatangan petugas Gakkum ke lokasi pematangan lahan oleh PT Wiraraja sudah sesuai SOP. Namun Sunardi mengarahkan agar konfirmasi langsung kepada pimpinannya. (Oki)





