KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Terlalu dini bicara politik sekarang, momentumnya tidak tepat, seharusnya berbicara program kerja dan masa depan Batam selama masa jabatan sebagai Walikota Kota Batam. Ungkap Tohom Sinaga Ketua Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo).
“Pak Rudi Jangan bicara siap maju di Pilgub Kepri pada 2024 dan jangan manfaatkan organisasi masyarakat untuk kepentingan politik sesaat.” Ungkapnya
Sambungnya, Sah-sah saja Rudi mau maju di Pilgub 2024 nanti, tapi momentumnya masih jauh . Seharusnya Rudi berbicara tentang program kerja Pemerintah kota Batam dan BP-Batam kedepannya.
“Mau jadi Gubernur tapi sistem birokrasi perijinan masih amburadul, Masyarakat Kepri sudah muak dengan bicara politik, karna baru saja selesai kontestasi demokrasi di Kepri, dan mengakhiri pertarungan keras dimasa kampanye lalu, masyarakat yang terkotak-kotak mulai kembali merangkul.
Namun karna ambisi seorang HM.Rudi, memulai kembali membuka pertarungan, karna pada kata sambutannya yang mengatakan siap maju menjadi Gubernur Kepri pada 2024 nanti di acara silaturahmi Wagub Kepri Hj. Marlin Agustina dengan pengurus Perpat se Kepri di Golden Prawn, Rabu (10/03/2021) kemarin, dalam kata sambutannya Rudi juga meminta dukungan dari Perpat. Belum saatnya untuk berbicara politik, dilantik aja belum, jangan lagi buat masyarakat terkotak-kotak kembali. Terang Tohom
Berbicara politik sudahilah, saat nya kembali bekerja, banyak Kalangan pengusaha Batam yang mengeluhkan hambatan dalam menjalankan usaha. Mulai dari proses birokrasi perizinan yang lamban hingga birokrasi yang berbelit. Ujar Tohom
“Benahi lah sistim perijinan investasi yang mudah dan efesien, tidak berbelit-belit seperti sekarang ini segala urusan harus klik ke pimpinan”. Tegasnya
Kalau segala urusan investasi dan perijinan harus klik ke pimpinan berarti para pejabat di BP Batam sama saja dengan boneka. Ucap tegas Tohom
Sebagai contoh sekarang yang paling buruk kita lihat, pengurusan dokumen lahan di BP Batam, hampir setiap hari terjadi kekecewaan masyarakat di lantai 2 tersebut.
Akibat buruknya pelayanan sistim dokumen hak atas tanah. Padahal secara aturan sesuai Perka kepala BP Batam segala urusan lahan akan di selesaikan dalam tempo dua Minggu clear, atau 5 hari kerja dokumen lahan clear, baik itu gabung PL dan pecah PL dan penerbitan faktur WTO, Namun apa yang terjadi saat ini, segala urusan bisa memakan waktu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, ini harus yang dibenahi. Imbuhnya
“Yang lebih parah lagi saat ini ada kata ‘belum di klik pimpinan’. Maksudnya apa itu belum di klik pimpinan, apa memang segala perijinan ditangani sama Rudi, jadi apa tupoksi, Deputi, Direktur dan staf di bagian masing-masing.Patutlah segala urusan di BP Batam saat ini sangat memperhatikan”, cetusnya
Ditambahkan Tohom, Keluhan dari kalangan masyarakat saat adanya isu klik pimpinan, apa itu klik pimpinan, Ini yang perlu di luruskan oleh HM Rudi, supaya masyarakat tahu apa itu klik pimpinan.
“Saya sampai terkejut, teman saya bercerita segala dokumen pengurusan perijinan investasinya sudah lengkap namun saat ini terganjal akibat belum di klik pimpinan. Untuk itu saya minta HM. Rudi bereskan dulu lah sistim itu.
Pemimpin terpilih melalui Pilkada itu adalah dia yang tak sekadar berjanji ataupun tidak menjadi tukang janji, melainkan melaksanakan dengan sungguh-sungguh apa yang telah dijanjikannya.
“Saya berharap kepada pemimpin Kota Batam terpilih ini, pada masa kampanye lalu visi-misi dan janji politik HM.Rudi agar direalisasikannya, setelah terealisasi barulah umbar-umbar ucapan ingin maju jadi Gubernur Kepri”, ucap Joni.
Jabatan politik adalah jabatan mulia dan karenanya pantas dimuliakan lewat kejujuran untuk menampilkan diri apa adanya. Maka jika kita sepakat dan memaknai bahwa janji adalah hutang (apapun agama dan keyakinanya), maka janji politik Pilkada adalah termasuk katagori hutang yang harus dibayar.
Artinya, jika janji politik adalah merupakan janji akad kontrak politik kepada masyarakat atau janji kepada banyak orang yang harus ditepati, maka tidak ada alasan untuk tidak ditunaikan. Tegas Tohom
“Tunaikan dahulu janji-janji politik HM.Rudi, Masak belum di Lantik sudah bicara untuk maju Gubernur Kepri di 2024, biar masyarakat Kepri aja yang menilai HM Rudi”, katanya
HM Rudi sudah terpilih menjadi Walikota Batam kembali dan sebagai ex offecio, mulai lah melakukan program-program kerja untuk pembangunan Kota Batam ini, dan permudahlah segala urusan yang berbelit-belit termasuk di BP Batam, dan mari sama-sama kita jaga kekondusifan di Kota Batam tercinta ini. Tutup Tohom. (Oki).






